MAGELANG – Deklarasi anti-tawuran menjadi tren saat ini, menyikapi kasus perkelahian pelajar yang meluas di Kota dan Kabupaten Magelang. Hal ini mendasari kegiatan Milenial Road Safety Festival yang digelar Satlantas Polres Magelang Kota dengan menggelar deklarasi itu. Puluhan pelajar se-Kota Magelang menandatangani deklarasi di Lapangan Rindam IV/ Diponegoro Magelang. “Saya prihatin masih ada anak-anak yang tawuran. Padahal dari rumah orang tua sudah mendoakan untuk menjadi orang yang sukses dan berhasil.

Maka deklarasi ini penting sebagai komitmen para pelajar untuk tidak lagi tawuran,” ujar Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito kemarin. Hadir juga Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi, Wawali Windarti Agustina, anggota Forpimda, perwakilan sekolah-sekolah, tokoh masyarakat dan undangan lainnya. Sigit mengajak para pelajar untuk tertib berlalulintas dan utamakan keselamatan berkendara, sehingga tidak terjadi kecelakaan lalu lintas.

Momen festival keselamatan berkendara bagi kaum milenial ini dinilai pas untuk menyadarkan para pelajar terkait pentingnya patuh tata tertib lalu lintas.
“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kesadaran anak-anak milenial dalam berlalulintas di Kota Magelang semakin meningkat, sehingga tidak ada lagi kecelakaan lalu lintas,” tuturnya.

Kapolres didampingi Kasatlantas AKP Marwanto menuturkan, adanya festival ini tidak lepas dari banyaknya korban kecelakaan lalu lintas yang didominasi usia 17-35 tahun. Festival ini dapat menekan angka terjadinya kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas. Anak-anak muda diimbau agar selalu tertib dalam lalulintas dan selalu menggunakan helm serta perlengkapan atau pun standardisasi sepeda motor.

“Kami juga berharap deklarasi antitawuran ini mampu menghentikan segala bentuk dan upaya tawuran yang beberapa waktu belakangan marak di Magelang. Diharap pula mereka mampu menjaga kondusivitas Kota Magelang. Selain deklarasi, kami juga ada beberapa kegiatan seperti jalan sehat, senam masal, atraksi barongsai, freestyle dan lainnya,” jelasnya.

Hal serupa juga dilakukan 850 pelajar se-Kecamatan Muntilan di Kabupaten Magelang. Mereka mendeklarasikan Pelajar NU Damai 2019 di Gedung NU Taman Agung Muntilan. Menurut ketua panitia Syafaat Nugroho, deklarasi ini rangkaian peringatan Harlah ke-65 IPNU dan ke64 IPPNU.

Termasuk keprihatinan dengan aksi tawuran pelajar beberapa sekolah akhir-akhir ini di Magelang. “Ini membuat kita semua prihatin. Oleh sebab itu, kami menjadikan hal ini sebagai langkah kecil pelajar NU Muntilan dalam menolak bentuk kekerasan dan tawuran atas dasar dan alasan apa pun,” ungkapnya.

Sementara pembina PAC IPNU IPPNU Muntilan Muhammad Heri Wibowo memberikan suntikan motivasi kepada peserta dengan tidak ikut ikutan melakukan kekerasan atau tawuran pelajar. “Pelajar yang ikut tawuran rata-rata berawal dari ikut-ikutan dan dipaksa oleh temannya. Oleh sebab itu kita harus menahan diri jika ada yang mengajak dan berani menolak jika dipaksa. Dengan tidak ikut tawuran, berarti kita sudah ikut serta menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat,” tandasnya. (dem/laz/mg4)