SLEMAN – PUDAM Tirta Sembada Sleman mendukung penuh upaya Pemkab Sleman meraih predikat tertinggi sebagai kabupaten layak anak. Sebagaimana diketahui, pada 2018 Sleman mendapatkan penghargaan kabupaten layak anak tingkat nindya. Masih satu tingkat lagi, yakni utama, hingga Kabupaten Sleman bisa disebut layak anak. Dalam rangka itulah PUDAM Tirta Sembada melalui program peduli dunia pendidikan merangkul sekolah tingkat SD dan SMP. Untuk mengedukasi pelajar akan pentingnya air bersih.

Pelaksanaan program ini melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman. Nota kesepahaman bersama dalam pengembangan sekolah ramah anak (SRA) telah diteken Selasa (12/2). Oleh Direktur Utama PUDAM Tirta Sembada Dwi Nurwata dan Kepala DP3AP2KB Sleman Mafilindati Nuraini. Disaksikan Assekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Suyono dan Assekda Bidang Administrasi Umum Arif Haryono.

Kami berkomitmen menjadikan sekolah ramah anak dan peduli lingkungan. Ini tahun ketiga kami dalam mendukung dunia pendidikan di Sleman,” ujar Dwi Senin (25/2). Menurut Dwi, keberadaan air semakin hari kian berkurang. Seiring pertumbuhan penduduk. Makanya, penting bagi setiap orang untuk menghemat air. Lewat dunia sekolah Dwi berharap informasi tentang betapa berharganya air bersih bisa diketahui masyarakat sejak usia dini.

Selain edukasi, kerja sama pendidikan diwujudkan dalam bentuk penyediaan sarana pendukung dan sosialisasi SRA di SDN Sumberadi 1, Mlati. Berupa tempat tidur UKS, penimbang dan pengukur tinggi badan, stetoskop, dragbar, spaleg, mitela, tempat sampah terpilah, karpet, dan rak kayu tempat koran. “Ini juga menjadi bagian program corporate social responsibility (CSR) kami,” ujarnya.

Meski fokus dalam dunia pendidikan, Dwi menegaskan, PUDAM Tirta Sembada tetap berkomitmen dalam pelayanan sambungan air bersih masyarakat. Baik untuk sambungan baru bagi warga berpenghasilan rendah, pelanggan regular dan swasta, hingga keluhan terkait suplai air bersih.

Sementara itu, Mafilindati Nuraini mengatakan, pelaksanaan SRA butuh dukungan semua pihak. Dari dunia usaha, akademisi, hingga kelompok masyarakat. “Semua harus bergandengan tangan untuk bermitra dalam mewujudkan SRA di Sleman,” tuturnya.

Kerja sama tersebut, lanjut Linda, sapaan akrabnya, bertujuan mewujudkan lingkungan sekolah yang memenuhi, menjamin, dan melindungi hak anak. Juga untuk meningkatkan kemampuan dan partisipasi anak dalam proses perencanaan dan pembelajaran di sekolah.(*/yog/mg4)