JOGJA – Ketimpangan pendapatan atau gini ratio masih menjadi pekerjaan rumah di DIJ. Bahkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan DIJ menjadi provinsi dengan gini ratio 0,441, tertinggi di Indonesia. Itu yang menjadi keprihatinan bagi Bryan Yoga Kusuma.

Melalui Yoga Foundation, dirinya bertekad untuk menyusun program
pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan jika nanti terpilih sebagai anggota DPR RI. “Sehari setelah terpilih menjadi anggota DPR RI, kami akan menjalankan program
pembangunan melalui Yoga Foundation. Seluruh pemilih akan menjadi anggota
dan akan diperhatikan selama menjabat,” kata Yoga saat berbincang dengan wartawan Senin (25/2).

Caleg DPR RI nomor dari Partai Hanura itu mengaku saat melakukan sosialisasi di wilayah Karangmojo Gunungkidul melihat sendiri masih ada rumah warga yang beralaskan tanah. Itu menjadi perhatiannya untuk menuntaskan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). “Kondisi itu membuat terketuk hati dan semakin semnagat kontribusi maksimal untuk masyarakat,” katanya.

Melalui Yoga Foundation, pria 28 tahun itu mengaku akan fokus pada empat hal. Yaitu memberikan beasiswa sekolah bagi anak-anak kurang mampu, memberikan bantuan langsung traktor bagi masyarakat petani, menyiapkan ambulan bagi warga yang jauh dari fasilitas kesehatan, santunan bagi ibu hamil dan akan merenovasi RTLH. “Harapannya tentu bisa berkontribusi untuk mensejahterakan masyarakat DIJ,” tegasnya.

Yoga yang asli Gunungkidul itu juga mengaku sudah melakukan pemetaan lokasi mana saja yang memerlukan bantuan. Pemetaan tersebut juga melibatkan relawan Yoga Foundation di berbagai wilayah di DIJ. “Jadi jelas daerah mana saja, dan siapa saja penerimanya,” ungkap dia.

“Tapi program-program tersebut tidak terwujud jika tanpa dukungan bersama,” tambahnya.

Untuk itu alumni Central Queensland University, Gold Coast, Australia dan Coventry University London, London, England itu juga membentuk barisan relawan dan pendukung Yoga yang tergabung dalam “Kawan Yoga” di hampir semua titik bahkan sampai ke akar rumput. “Kami mengajak, mari bersama, kerja bersama, rapatkan barisan, membantu masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya. (cr8/pra/ong)