MAGELANG – Proses pelipatan surat suara yang dilakukan KPU Kota Magelang mendapat perhatian Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah. Hal itu tidak lepas dari pelibatan 645 siswa SMKN 3 Kota Magelang dalam kegiatan itu. BP2MK menilai hal ini mengganggu jam belajar siswa, selain tidak ada izin yang diajukan. “Jika memang ini kerja sama KPU dengan pihak sekolah, maka seharusnya kami juga disurati. Sampai sekarang saya baru tahu info ini. Terlebih ini pada jam belajar aktif ya, jelas ini harus seizin kami,” kata Pengawas SMK BP2MK Wilayah IV Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Prihestu Hartomo Senin (25/2).

Ketua KPU Kota Magelang Basmar Perianto Amran menjelaskan, pihaknya tidak hanya kali ini saja menggandeng SMKN 3 dalam penyortiran dan pelipatan surat suara. Melainkan sudah tiga kali pelaksanaan pemilu, sejak tahun 2009. Pada proses pelaksanaan para siswa juga didampingi dari ketiga Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 17 kelurahan di Kota Magelang. “KPU Kota Magelang telah bekerjasama dengan SMKN 3 Kota Magelang dalam penyortiran dan pelipatan surat suara untuk pemilu legislatif dan pemilihan presiden, sejak tahun 2009,” tuturnya.

Menurut Basmar, pelibatan siswa dalam pelipatan surat suara karena dinilai lebih terjamin keamanannya dan terkontrol. Sisi lain, kinerja pelajar dinilai lebih cepat dalam proses mengerjakannya.  “Kami pilih SMK 3 Magelang ini karena lebih banyak pelajar perempuannya, sehingga lebih teliti dalam melakukan pelipatan. Sekaligus ini upaya kami dalam hal pendidikan politik kepada para pelajar,” ungkapnya.

Basmar memastikan, target pelipatan surat suara ini akan selesai dalam dua hari ini, selanjutnya akan dikembalikan ke gudang setelah diteliti. Pelipatan kertas surat suara Pemilu 2019 sebanyak 466.775 lembar, melibatkan siswa SMKN 3 Magelang dari kelas 10 dan 12. Selain itu, para siswa yang terlibat dalam pelipatan akan mendapatkan upah dengan nominal bervariasi sesuai tingkat kesulitan pelipatan surat suara. “Suarat suara pemilihan presiden Rp 85 per lembar, DPD RI Rp 115 per lembar. Sedangkan DPR RI dan DPRD Provinsi serta DPRD Kota Rp 125 per lembar,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 3 Magelang Sutji Sadrini menjelaskan, pihaknya sudah ketiga kali diberi kepercayaan oleh KPU Kota Magelang. Para siswa antusias dan senang melakukan pekerjaan itu.
“Kami kerahkan anak-anak dari kelas 12 sejumlah 297 siswa, dan kelas 10 sebanyak 348 siswa dengan menggunakan 19 ruangan di sekolah. Sejauh ini anak-anak merasa senang, karena merupakan pengalaman pertama dan berharga bagi mereka,” katanya.

Sutji mengklaim pelibatan anak-anak kelas 12 karena untuk pengalaman mereka sebagai pemilih pemula. Melalui proses pelipatan ini, menurut Sutji, ada pendidikan politik yang sangat penting bagi mereka yang nanti akan mengikuti gelaran pesta demokrasi itu.  “Kalau yang kelas 10 sebagai pelajaran untuk mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKN). Selain anak-anak, kami juga ikutkan beberapa guru dalam proses pelipatan surat suara ini,” tandasnya. (dem/laz/mg4)