MUNGKID – Penggemar buah durian bisa mencoba datang ke Desa Purwosari, Salaman, Kabupaten Magelang. Untuk mempromosikannya pun warga desa menggelar Festival Durian Purwosari untuk pertama kalinya.

Menurut panitia penyelenggara, Ahmad Rohim, posisi sebagai penghasil durian lokal di Kecamatan Salaman, mendorong para pemuda untuk menggelar kegiatan tersebut.  Festival durian ini juga sebagai ajang syukuran atas hasil panen durian yang telah diterima oleh warga Purwosari.

“Juga untuk lebih mengenalkan ke masyarakat umum bahwa, Desa Purwosari adalah salah satu sentra terbaik penghasil buah durian di Kabupaten Magelang,” katanya, Minggu(24/2).

Harapannya, ke depan desa tersebut dapat menjadi salah satu destinasi wisata buah durian. Sekaligus mampu menyediakan berbagai macam bibit-bibit pohon durian lokal asli Desa Purwosari.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Tri Agung Sucahyo meminta warga Desa Purwosari untuk memberikan nama khas durian asli daerahnya. Seperti yang sudah dilakukan oleh warga Candimulyo yang juga memiliki potensi sentra penghasil durian.

“Kalau di Candimulyo terkenal dengan durian Candy-nya, maka di Purwosari ini juga harus memiliki nama khas durian lokalnya, untuk dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas,” pinta Tri Agung.

Wilayah Salaman sendiri sudah sejak lama terkenal dengan adanya pusat perbibitan pertanian dan perkebunan. Data Dinas Pertanian, berbagai jenis varian lokal bisa menghasilkan 2.243 kuintal durian di wilayah Salaman saja.”Dengan potensi tanaman, kurang lebih 11 ribu tanaman buah durian dengan berbagai jenis,” katanya.

Semangat yang sama juga diungkapkan Wakil Bupati Magelang, Edi Cahyana, saat membuka festival durian tersebut. Pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan oleh warga Desa Purwosari ini. “Melihat potensi dibidang pertanian ini, tentunya kami akan terus mendorong kegiatan-kegiatan seperti ini,” tutur Edi. (dem/pra/mg2)