SLEMAN – Kabar gembira bagi warga Prambanan dan sekitarnya, khususnya bagi masyarakat kelurahan Bokoharjo yang mendambakan putera dan putrinya menjadi seorang hafidz/hafidzoh. Pondok Pesantren (ponpes) TahfidzMu di Bokoharjo, Prambanan diresmikan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, Minggu (24/2). Peresmian yang dilaksanakan di kompleks Panti Asuhan Putera Muhammadiyah Prambanan ini dihadiri oleh Camat Prambanan┬áRasyid Ratnadi Sosiawan, Lurah Bokoharjo, Kapolsek Prambanan, Danramil Prambanan dan unsur MUSPIKA setempat. Hadir pula para donatur tetap panti asuhan Prof. Sudibyo, beserta istri Widarwati Sudibyo.

Dalam sambutan singkatnya,Bupati Sleman Sri Purnomo mendoakan suksesnya ponpes TahfidzMu. “Mudah-mudahan berdirinya ponpes TahfidzMu ini mendapatkan barokah dari Allah. Santri yang akan belajar tahfidz diberikan kemudahan dalam menghafal, sesuai dengan yang ditargetkan pondok,” ungkap SP.

Ketua PRM Bokoharjo Joko Pramono menyampaikan, gagasan berdirinya ponpes TahfidzMu berawal dari sarasehan yang diadakan di Tawangmangu. PRM Bokoharjo dianggap mampu untuk melaksankan program pilot project PCM Prambanan, yang belum lama ini mendapatkan peringkat ketiga nasional untuk kategori cabang terbaik. Joko menambahkan, selain ponpes tahfidz, PRM Bokoharjo dalam waktu dekat juga akan meresmikan BimbelMu dan WarungMu dalam waktu dekat. “Harapan kami, Pondok Pesantren TahfidzMu akan menjadi amal usaha dan salah satu program unggulan PRM Bokoharjo,” ungkapnya.

Sementara itu Camat Prambanan Rasyid Ratnadi Sosiawan mengatakan, kehadiran ponpes TahfidzMu ini diharapkan bisa memberikan warna keagamaan menjadi lebih kondusif. “Kecamatan Prambanan sekarang telah menjadi destinasi pariwisata di DIJ, didukung dengan gagasan ponpes tahfidzMu, bimbelMu dan warungMu, artinya kemajuan dan kesejahteraan yang kita gelorakan akan tercapai, tentu dengan atmosfer keagamaan yang kondusif,” bebernya.

Salah satu penggagas ponpes TahfidzMu Ustadz H.M. Nashirul Ahsan mengungkapkan, berdirinya ponpes TahfidzMu merupakan bentuk keprihatinan akan minimnya kader hafidz di kalangan persyarikatan Muhammadiyah. “Kami akan berusaha mencetak para penghafal alquran sendiri, sehingga takmir-takmir masjid tidak lagi kesulitan mencari sosok imam masjid dengan bacaan yang bagus dan surat yang bervariasi,” ujar pendiri Ponpes MBS ini. (sky/tif)