JOGJA – Target tinggi yang dicanangkan manajemen PSIM Jogja untuk promosi ke Liga 1, tidak dibarengi persiapan yang matang. Bahkan kalah start dibanding klub lain. Pemain andalan PSIM Jogja musim lalu pun mencoba peruntungan ke klub lain.

Adalah dua pemain asal Cilacap Jawa Tengah, Arief Yulianto dan M Arifin yang mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi bersama PSCS Cilacap. Arief mengaku dirinya sudah memasuki seleksi tahap terakhir di PSCS. Namun, sampai dengan Minggu(24/2), masih menunggu keputusan dari pelatih Jaya Hartono, apakah nanti masuk dalam skema permainan Laskar Nusakambangan dalam mengarungi Liga 2 musim ini.

“Belum teken, karena masih belum selesai semua. Tapi sudah tahap terakhir tinggal nanti mau dihargai seperti apa,” kata Arief, Minggu(24/2).

Lambatnya manajemen PSIM Jogja yang tak kunjung memberikan kejelasan terkait masa depannya menjadi alasan. “Manajemen PSIM belum ada yang menghubungi,” ungkapnya. Selain PSCS, Arief pun mendapat tawaran di klub promosi Liga 2 lainnya PSGC Ciamis. Namun, dirinya belum merespon tawaran tersebut. “Prioritasnya kota kelahiran dulu,” kata pemain kelahiran Cilacap, Jawa Tengah.

Selain dirinya, rekan setim di PSIM musim lalu, M Arifin pun tengah mengikuti seleksi bersama. Keduanya pun dikabarnya tengah memasuki seleksi tahap akhir. “Ya, saya dan Arifin masih bertahan di seleksi tahap akhir,” jelasnya.

Bila kelak bergabung dengan Laskar Nusakambangan, maka peluang untuk bentrok dengan mantan klub semakin terbuka. Tapi Arief menyebut akan tetap profesional.”Saya selalu ingat saat bersama PSIM. Tentu saya menghargai dan profesional saja,” jelasnya.

Jika akhirnya dinyatakan lolos seleksi PSCS, Arief dan Arifin akan mengikuti jejak Riskal Susanto dan Ismail Haris yang berlabuh ke Persiba Balikpapan. Juga Fandy Edy ke Kalteng Putra serta Crah Angger dan Wawan Samma yang mengikuti seleksi di Persis Solo. (bhn/pra/mg2)