JOGJA – Siapa tak kenal Tamansari. Selain dikenal sebagai lokasi wisata taman air milik Keraton Jogja, di kawasan ini kondang dengan batiknya. Hampir tidak ada rumah di kawasan ini yang tidak berkegiatan yang berhubungan dengan batik.

Tentu tidak hanya batik. Beragam kerajinan lain juga banyak berkembang di kawasan ini. Satu di antaranya adalah kerajinan kaus lukis. Tak salah jika kita menyebut sebagai kerajinan. Karena kaus-kaus ini memang dilukis dengan mengandalkan keahlian, alias handmade.

Di sekitar Tamansari, bahkan di jalan-jalan menuju kawasan ini banyak dijumpai kios-kios sekaligus perajin kaus lukis. Kaus-kaus ini umumnya bermotif khas Jogja. Misalnya ikon-ikon Jogja, tokoh pewayangan, bunga, hewan, dan tokoh-tokoh tertentu.”Jika menghendaki motif tertentu bisa dipesan sesuai keinginan,’’ kata Daniel Richo Ade Arvian di shoowroomnya di Taman KT 1/480 RT 38 RW 09 Patehan Kraton Jogjakarta.

Daniel adalah pemilik Danielscloting, salah satu perajin kaus lukis di kawasan Tamansari. Dia mengandalkan para wisatawan yang datang berwisata ke kawasan ini dan tentu saja melebarkan pasar lewat online.”Awalnya sih saya ingin buka distro. Tapi di Jogja sudah sangat banyak. Karena itulah saya membuka sesuatu yang baru, berbeda, dan unik,” ujarnya kepada Radar Jogja Sabtu (19/1).

Daniel mengawalinat akhir 2015. Yakni dengan membuka usaha Sablon. Namun saat itu masih menggunakan desain yang biasa saja. Baru setahun kemudian barulah membuat kaus lukis. Lantaran punya bakat melukis dari orang tuanya sebagai pembatik, tak sulit bagi Daniel mengembangkan usaha ini.

”Karena dibuat dengan lukisan tangan, sehingga motif satu dengan yang lain berbeda. Dan ini yang khas,’’ jelasnya. Kaus lukis ini menggunakan pewarna seperti halnya pewarna yang digunakan untuk batik.

Daniel membuat kaus ini dibantu sang ayah dan asisten. Untuk pembuatan satu kaus, biasanya  memakan waktu tiga sampai empat hari. Namun jika pesanan sedang banyak-banyaknya maka satu kaos bisa mencapai satu minggu.”Untuk request ingin dibuatkan lukisan seperti apa, memang butuh waktu khusus,’’ jelasnya.

Nah, karena memang bukan kaus biasanya, seperti halnya kaus-kaus sablon yang banyak dijual di kwasan tersebut, harga kaus lukis bikinan Daniel lebih mahal. Yakni berkisar dari Rp 200.000 sampai Rp 250.000. Itu juga tergantung motifnya. Semakin rumit pembuatannya, semakin mahal pula harganya.

Selain untuk pasaran Jogja, dia juga mengirimkan kaus-kaus produksinya ke Bali, Palembang, sejumlah kota di Kalimantan, dan beberapa kota lain.”Saya menargetkan bisa menembus pasar luar negeri,’’ tegasnya. (cr8/din/mg1)