GUNUNGKIDUL – Upaya Ngadiyono memperjuangkan nasibnya di Pemilu 2019 menemui jalan terjal. Pengajuan gugatan calon legislatif (caleg) petahana dari Partai Gerindra ini tidak diregister Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul. Gugatan itu diajukan menyusul pencoretan nama ketua DPC Partai Gerindra Gunungkidul ini dari daftar calon tetap (DCT).

Ketua Bawaslu Gunungkidul Is Sumarsono membenarkan bahwa bawaslu tidak meregister pengajuan gugatan Ngadiyono. Itu mengacu Surat Edaran (SE) Bawaslu RI Nomor 132. SE yang diterima Bawaslu Gunungkidul Jumat (22/2) lalu itu terkait dengan penanganan proses, penerimaan permohonan proses sengketa kasus pidana pemilu atau pelanggaran administrasi pemilu.

”Dalam penjelasannya itu (surat edaran, Red), kan sudah diproses melalui proses Bawaslu. Kemudian tidak mungkin dikembalikan lagi ke Bawaslu. Jadi, supaya tidak kemudian menjadi conflict of interest,” jelas Is Sumarsono saat dihubungi Minggu (24/2).

Ngadiyono mengajukan gugatan sengketa ke Bawaslu Gunungkidul Kamis (21/2). Menyusul keputusan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul sehari sebelumnya. Dalam rapat pleno itu, KPU mencoret nama Ngadiyono dari DCT. Alias Ngadiyono tidak bisa lagi mengikuti pencalegan. Alasannya, Ngadiyono terbukti melakukan pidana pemilu. Berdasar putusan Pengadilan Negeri (PN) Sleman pada 28 November 2018, Ngadiyono divonis hukuman dua bulan kurungan dengan masa percobaan selama empat bulan dan denda sebesar Rp 7,5 juta

”Karena status hukumnya kan jelas, sudah ada putusan dari pengadilan dan inkracht. Ada juga (surat keputusan pencoretan dari DCT) dari KPU,” ujarnya.

Karena itu, gugatan sengketa yang diajukan Ngadiyono ke Bawaslu tak dapat diproses.

Ketika dikonfirmasi Ngadiyono irit berkomentar. Dia mengaku sedang mengikuti rapat. Kendati begitu, wakil ketua DPRD Gunungkidul ini mengisyaratkan bakal menempuh upaya lain. Yakni, ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Namun, keputusan itu menunggu hasil konsultasi.

”Konsultasi ke DPP (Partai Gerindra) dulu,” ucapnya singkat. (gun/zam/mg1)