BANTUL – Kericuhan antarpendukung partai politik (parpol) kembali terjadi. Peristiwa terjadi di Pertigaan Jalan Parangtritis-Tembi, Dusun Dadapan Kidul, Timbulharjo, Sewon (24/2).

Kejadian bermula saat Satgas PDIP Ricko Budi Kusnanto membeli rokok di sebuah warung pukul 12.30. Kemudian datang kelompok pendukung parpol lain beratribut dominan hijau.

Ricko mengaku ditodong senjata softgun oleh salah seorang dari kelompok tersebut. Ricko saat itu mengenakan seragam Satgas PDIP.

”Lalu saya lari ke dalam rumah salah seorang warga,” kata Ricko. Dia akan menghadiri acara ramah tamah pertemuan pengurus baru Satgas PDIP di Kantor DPC PDIP Bantul, Jalan Pramuka, Gempolan, Trirenggo.

Hingga Minggu(24/2) belum diperoleh keterangan pemicu kericuhan tersebut. Yang jelas ada friksi antarpendukung parpol peserta Pemilu 2019. Ketua Pemuda Dusun Dadapan Kidul, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Fikri Fakurozi mengatakan, kelompok beratribut hijau menyerang lima pemuda beratribut merah. Lalu terjadi aksi lempar batu. Menyebabkan empat rumah warga rusak.

”Beberapa genting rusak dilempar batu. Seorang warga terluka,” ungkap Fikri.
Saksi Tukijo, 45 dan Wiwik, 42, yang berprofesi penjual gorengan menceritakan, ratusan gerombolan beratribut hijau menyerang rumah warga dengan melempari batu. Beberapa kali terdengar suara tembakan.

”Mereka menyerang menggunakan tongkat,” ungkap Wiwik. Kelompok beratribut hijau sempat memasuki rumah warga dan melemparkan lima motor ke selokan.

Kejadian tersebut menimbulkan kemacetan lalu lintas. Tukijo berharap kejadian tersebut tidak terulang. ‘’Seharusnya demokrasi itu berlangsung damai. Tanpa kekerasan. Warga yang tidak tahu apa-apa jadi korban,’’ kata Tukijo. (cr6/iwa/mg3)