Pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemkot Jogja adalah ketimpangan ekonomi di kawasan Jogja selatan dibanding Jogja utara. Salah satu solusinya dengan memaksimalkan peran Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty). Termasuk perpanjangan waktu operasional hingga malam hari.

Namanya memang Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta, tapi aktivitas di sana malah lebih seperti kebun binatang mini. Beragam satwa ada di sana. Selain sebagai lokasi jual beli aneka satwa dan tanaman hias, Pasthy juga bisa menjadi lokasi edukasi.

“Sejak awal dibangun dulu Pasty sudah dikonsep menjadi pasar dalam taman,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Pasty Bakoh Tupon Langkir Hadi, Minggu(24/2). Menurut dia fasilitas yang disediakan di Pasthy yang berada di Jalan Bantul Gedongkiwo Mantrijeron Jogja itu tidak hanya untuk mendukung aktivitas perekonomian saja tapi juga sebagai wahana rekreasi keluarga. “Yang datang ke Pasty tidak hanya untuk jual beli tapi juga rekreasi,” tambahnya.

Tata letak pasar juga sudah dikonsep bukan seperti pasar hewan. Bakoh mengaku selain burung berkicau yang menjadi primadona, di Pasty juga terdapat beragam jenis hewan lain, semisal ayam, kucing hingga hamster. Bahkan Pasthy juga memfasilitasi latihan bersama (Latber) bagi para penghobi satwa. Yang rutin diadakan Latber burung berkicau tiap Senin dan Jumat. Di sana sudah dibangun sebuah taman untuk bermain anak-anak serta tempat untuk lomba burung berkicau.

“Selain penghobi, masyarakat juga banyak yang datang melihat,” ujarnya.

Anggota keluarga lain tetap bisa menikmati pasar dengan total seluas 30 meter persegi. Selain dengan berkeliling zona satwa, juga bisa merasakan mini hutan kota di zona tanaman hias di sisi barat jalan. Di sana tersedia beragam tanaman buah, bunga, hingga rerumputan. Termasuk juga kaktus. Di zona tersebut juga terdapat playground untuk anak-anak.

“Ada juga tempat penangkaran burung dan ikan hias, termasuk arwana,” tuturnya.

Bakoh menambahkan bekerjasama dengan instansi terkait, secara rutin juga dilakukan pemeriksaan kesehatan terutama untuk satwa yang diperjual belikan. Termasuk juga melakukan pengecekan jenis hewan yang boleh diperjualbelikan.

“Kami pastikan yang ada di Pasty itu legal dan sehat, jadi nyaman bagi pedagang maupun pengunjung,” katanya.

Sudah menjadi jujukan jual beli maupun berwisata saat pagi hingga sore hari, Pasty ditantang untuk ikut menghidupkan perekonomian di kawasan Jogja selatan. Pertengahan tahun ini Pasty akan beroperasi lebih lama. Hingga malam hari.

“Persiapan sudah kami lakukan, terutama untuk Pasty sisi barat atau zona tanaman hias,” paparnya.

Untuk mendukung program Pemkot Jogja menghidupkan Jogja di malam hari itu, saat ini Pasar Beringharjo dan Taman Pintar sudah memperpanjang waktu operasional. Hingga malam hari.

Persiapan Pasty sendiri, jelas Bakoh, sebanyak 25 bekas kios tanaman hias yang mangkrak sudah dilakukan perbaikan. “Nanti akan disiapkan gazebo, meja dan kursi taman hingga sound system,” jelasnya.

Menurut Bakoh sesuai dengan keinginan Pemkot Jogja, untuk perpanjangan jam buka hingga malam hari di Pasthy, untuk menghidupkan wilayah Jogja selatan. Selama ini pembangunan dan keramaian di wilayah Kota Jogja masih terfokus di wilayah Jogja bagian utara.

“Dengan Pasty buka hingga malam hari harapanya bisa menghidupkan Jogja wilayah selatan,” katanya.

Bakoh mengaku saat ini pengunjung ke pasar yang merupakan hasil relokasi dari Pasar Ngasem tersebut juga berasal dari berbagai latar. Diakuinya penambahan fasilitas dan sarana prasarana untuk persiapan buka hingga malam hari memfasilitasi kebutuhan liburan keluarga.

“Ada food court yang menjadi semacam Pujasera (pusat jajanan serba ada),” ungkapnya. (**/pra/mg2)