JOGJA – Media sosial kini menjadi bagian hidup di era modern dan millenial ini. Tak sekadar memanfaatkan media sosial, yang juga penting adalah menyaring informasi yang benar dan terhindar dari hoax alias berita bohong.

Nah, guna kepentingan itu sebuah perusahaan teknologi informasi di bawah naungan Universitas Gadjah Mada, yakni  Gamatechno membuat produk teknologi antihoax.

Direktur Utama Gamatechno Muhammad Aditya mengatakan, aplikasi antihoax ini  dinamakan Global Data Inspirasi (Datains). Aplikasi ini mampu melacak kata-kata yang disinyalir mengandung unsur-unsur yang bisa menjurus seabagai berita bohong atau hoax.

“Mengingat data digital saat ini sangat banyak, sehingga ini menjadi sebuah tantangan yang harus kami jawab. Yakni bagaimana data-data itu bisa memberikan nilai positif bagi banyak orang,’’ jelasnya.

Solusi yang dibangun di bawah Datains salah satu kapabilitasnya bisa mengidentifikasi mana berita hoax atau tidak. Kemudian mengetahui ada sentimen negatif maupun positif dari postingan media sosial. Semakin banyaknya penggunaan teknologi seperti smartphone maupun komputer maka data digital akan semakin banyak untuk itu

Menurutnya, yang dilakukan Global Data Inspirasi ini yakni menyediakan solusi analytic big data. Sehingga data yang sangat banyak itu bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif, untuk mengetahui informasi tersebut hoax atau tidak. Global Datains ini mengembangkan teknologi yang disebut machine learning. “Mesin learning itu bisa kita latih dengan cara kita berikan contoh kalimat maknanya seperti apa dari situ sistem mengambil data dari internet. Kita bisa lakukan analisis secara lebih komprehensif,’’ jelasnya.(sky/din/mg1)