Mempercantik rumah tak perlu menghabiskan biaya banyak. Benda-benda bekas yang masih layak pakai jika diolah dan dikreasikan juga tak kalah menarik hasilnya. Hal itu pula yang terus dilakukan Dalu Purwoko.

Pria 22 tahun itu mengkreasikan ide dekorasi rumah memanfaatkan barang-barang bekas. Seperti botol kaca bekas, cangkir kaca bekas, hingga ranting pohon. “Saya ubah barang-barang bekas itu supaya punya nilai jual,” kata Dalu.

Dengan menambahkan beberapa ornamen dan pernik-pernik, botol bekas menjadi lebih cantik. “Biasanya kalau botol kaca bekas itu fugsinya sebagai hiasan, vas bunga, atau tempat pensil anak-anak,” ujar pemilik usaha Aufa Home Decoration tersebut.

Sementara itu, ranting pohon diubah Dalu menjadi tangkai bunga. Mulai dari bunga artifisial (buatan) ataupun bunga flanel. Penambahan ornamen dedaunan dan vas bunga, ranting pohon menjadi lebih hidup. Produk tersebut pun kerap dibeli konsumen sebagai hiasan.

Meski baru dirilis pada Oktober 2018 silam, Dalu mengaku antusias konsumen cukup tinggi. Terlebih bagi kalangan ibu-ibu dan remaja putrid. “Walaupun ada juga bapak-bapak yang memang menyukai dekorasi rumah,” katanya.

Dibantu beberapa karyawan, Dalu mengaku dalam sehari bisa memproduksi 20 buah bunga artifisial dan lebih dari 20 bunga flannel. Sedangkan untuk botol bekas sepanjang bahan yang digunakan tersedia, proses produksinya pun cepat.

Harga yang ditawarkan Aufa Home Decoration untuk ragam produknya diakui Dalu cukup terjangkau. Mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 150.000. “Yang murah itu untuk yang produk dari botol bekas. Kalau yang paling mahal bunga artifisial dengan ukuran tinggi,” jelas Dalu.

Selain ukuran, perbedaan harga itu juga berdasarkan tingkat kerumitan pembuatan.  Hingga kini, pemasaran produk Aufa Home Decoration masih dilakukan secara online. Kendati demikian, Dalu mengungkapkan Aufa Home Decoration adalah pengembangan dari usaha-usaha sebelumnya. Yakni Ani-Ani Jewellery and Craft serta ND Decoration Wedding and More. “Lewat ND Decoration Wedding itu biasanya kami juga memromosikan produk Aufa,” ujarnya.

Selain itu, dengan bergabung bersama UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) yang dibina Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kabupaten Sleman, produk Aufa kian mudah dikenal. Melalui pameran, expo, dan display yang diadakan Disperindag, diakui membantu penjualan produk yang memiliki makna setia itu. “Kami juga ikut komunitas UMKM binaan Disperindag. Itu memudahkan kami untuk mencari link bisnis,” tutur Dalu.

Kelak Dalu ingin produk home decoration asli karya Jogjakarta, bisa kian dikenal. Sebab hingga saat ini produk-produk hiasan rumah masih didominasi oleh negara lain. “Kami mau menjadi inisiator produk home deco dari Indonesia. Khususnya Jogjakarta,” tekadnya. (cr9/din/mg1)