JOGJA – Jogjakarta akan menjadi saksi lahirnya juara Proliga 2019. Setelah melewati beberapa kota untuk babak penyisihan putra dan putri hingga final four, puncak gelaran Proliga kembali dipentaskan di Jogjakarta. Hari ini mulai pukul 13.00 akan digelar untuk perebutan peringkat ketiga antara Jakarta BNI 46 vs Bandung Bank BJB Pakuan. Selanjutnya final putri antara Jakarta Pertamina Energi vs Jakarta PGN Popsivo Polwan.

Sedangkan besok, final putra Jakarta BNI 46 akan menghadapi juara bertahan Surabaya Bhayangkara Samator. Sebelumnya akan digelar perebutan posisi ketiga antara Palembang Bank Sumsel Babel vs Jakarta Pertamina Energi.

Manajer tim putri Jakarta Pertamina Energi Widi Triyoso meyakini timnya  akan tetap mempertahankan gelar juara yang diraih tahun lalu. Gelar juara tidak akan dilepas ke tim lain. “Kita akan berupaya mempertahankan gelar juara yang kami raih tahun lalu,” ujar Widi dalam jumpa pers digelar Jumat (22/2).

Seperti diketahui, tim asuhan M Asnhori menyapu bersih enam laga di final four dan menjadi juara dengan menempati posisi puncak klasemen final four. Pertemuan Pertamina dan Popsivo pada musim kompetisi tahun ini skor 3-1. Pertamina unggul tiga kali atas Popsivo dari babak reguler dan final four. Sementara Popsivo hanya sekali mengungguli Pertamina yakni pada putaran pertama.

Asisten Manajer Jakarta PGN Popsivo Polwan, Alit SA mengatakan, meski pada dua laga di babak empat  besar atau final four lalu, Amalia Fajrina dkk selalu tumbang di tangan Pertamina, ditambah lagi pada putaran kedua, namun di grand final, Popsivo tak ingin kalah.  “Anak-anak sudah siap untuk memenangkan final. Mereka akan bertarung hidup mati,” tandas Alit.

Apalagi, tambah Alit, tim asuhan pelatih asal Thailand, Chamnan Dokmai ini sudah lama tak menikmati jadi juara. Terakhir, klub milik Polri ini menjadi kampiun pada musim 2012 dan 2013. “Kita bertekad tahun ini juara lagi,” tambah Alit.

Di bagian putra juga tak kalah serunya. Kedua finalis, Jakarta BNI 46 dan Surabaya Bhayangkara Samator, mencatat skor pertemuan pada musim ini 3-1 untuk BNI 46. Satu-satunya kemenangan Samator atas BNI 46 diraih pada putaran pertama. Selebihnya dimenangkan pasukan Samsul Jais. “Secara hitungan matematis kita unggul dari Samator. Tapi pertandingan final itu tinggal soal mental. Bersyukur mental anak-anak BNI 46 sangat baik dan siap,” ujar Manajer Jakarta BNI 46 Loudry Maspaitella.

Masalah mental juga diungkapkan manajer Surabaya Bhayangkara Samator, Nanang Masbudi. Kalau final, masalah mental yang berbicara. Meskipun sudah tiga kali kalah dari BNI 46 di babak regional dan final four, di final ceritanya akan berbeda. “Anak-anak Samator siap mempertahankan juara,” tegas Nanang.

Direktur Proliga Hanny S Surkatty mengatakan akan menjadi penutup musim kompetisi dengan baik. Karena, di partai final, baik putra maupun putri, terdapat tim juara musim lalu, yaitu Surabaya Bhayangkara Samator di putra dan Jakarta Pertamina Energi untuk putri.  “Kita tunggu apakah si juara bertahan bisa mempertahankan gelar atau penantang yang bisa juara. Di sini menariknya,” ungkap Hanny. (bhn/din/mg4)