BANTUL – Animo pendatang untuk menyalurkan hak politiknya pada Pemilu 2019 di Kabupaten Bantul cukup tinggi. Itu terlihat dari banyaknya pendatang yang mengajukan formulir A-5. Hingga Jumat (22/2) ada 5.757 pemilih yang mengajukan pindah lokasi pencoblosan.

Komisioner Divisi Pendataan dan Perencanaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul Arif Widayanto menyebut jumlah pemilih yang mengajukan formulir A-5 berpotensi bertambah. Sebab, pengajuan A-5 hingga 17 Maret.

”Jadi, datanya masih dinamis,” jelas Arif di kantornya kemarin.

Ribuan data pemilih tambahan itu, Arif mengatakan, berasal dari berbagai corner A5 yang yang dibuka KPU. Termasuk di antaranya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Institut Seni Indonesia, dan Universitas Ahmad Dahlan.

”PPS (panitia pemungutan suara) juga melayani A-5,” ucapnya.

Kendati begitu, Arif melihat mayoritas pemilih tambahan adalah kalangan mahasiswa. Sebab, dalam sehari, corner A5 di kampus bisa didatangi ratusan hingga seribuan mahasiswa.

”Ada yang datang sekadar tanya-tanya mekanisme pindah lokasi pemilihan. Ada pula yang mengurus A-5,” ujarnya.

Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho mengatakan, bagi pemilih dari luar DIJ hanya bisa mencoblos calon presiden-wakil presiden. Sedangkan pemilih dari kabupaten/kota lain di DIJ bisa mencoblos lebih banyak. Selain capres-cawapres, mereka juga bisa mencoblos DPD RI dan DPR RI. (cr5/zam/mg4)