SLEMAN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sleman meningkat lebih dari 400 persen. Sampai kemarin, ditemukan 130 kasus DBD. Tahun lalu, hanya 30 kasus.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Sleman, Dulzaini mengatakan, kasus DBD menyebar di seluruh Sleman. Kecuali Kecamatan Minggir, Turi, dan Cangkringan.

Mencegah DBD semakin meningkat, Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Sleman gencar melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) DBD. PSN dilakukan di Dusun Kramen, Sidoagung, Godean (22/2).

Sebanyak 77 rumah diperiksa, 29 di antaranya positif ditemukan jentik nyamuk. Dulzaini meminta setiap rumah memiliki juru pemantau jentik (jumantik). Memantau jentik secara berkala.

Sementara itu di Kulonprogo, pemkab setempat mencanangkan gerakan serentak (gertak) PSN berantas DBD. Kasus DBD di Kulonprogo naik dua kali lipat dibanding tahun lalu.

“Sudah ditemukan 36 kasus DBD. Tahun lalu hanya 16 kasus,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kulonprogo, Baning Rahayujati. (cr7/tom/iwa/mg3)