MUNGKID – Setelah di Mungkid, giliran Tempuran menjadi ajang tawuran pelajar. Polsek Borobudur telah menangkap dan mengamankan para pelajar pelaku tawuran yang terjadi di Wilayah Tempuran, Kabupaten Magelang, Kamis (21/2) Sore.

Sebanyak 28 pelajar dari berbagai sekolah swasta di Magelang, telah ditangkap. Dari 16 pelajar di antaranya harus menjalani proses selanjutnya di Satreskrim Polres Magelang untuk pemeriksaan.

“Setelah kami periksa dan data, para pelajar itu kami serahkan penangannanya ke Satreskrim Polres Magelang guna pemeriksaan. Tawuran ini mengakibatkan korban, jadi sudah menjurus kriminalitas mengingat membawa senjata tajam,” kata Kapolsek Borobudur AKP Didi Dewantoro, Jumat(22/2).

Tawuran terjadi sekitar Pasar Jambu, Tempuran, Magelang, yang mengakibatkan tujuh pelajar luka dan satu di antaranya kritis. Korban luka berat yang kini dirawat di RSU Muntilan mengalami luka sobek di pinggang dengan kedalaman 6 cm dan panjang 5 cm.

Korban lain yang dirawat di Puskesmas Salaman dan akhirnya dirujuk ke RSU Muntilan mengalami luka tangan atas sobek sekitar 15 cm dengan kedalaman 6-8 cm. Punggung korban juga luka sobek 20 cm  dengan kedalaman 10 cm.

Berdasarkan sumber di kepolisian, tawuran dipicu  penganiayaan siswa salah satu sekolah swasta di Tempuran, pada Kamis pagi. Siangnya, tiga siswa dari SMK Muhammadiyah Salam (Kabupaten Magelang), SMK Satria Magelang dan SMK 45 Magelang kemudian gantian menyerang. Mereka berkumpul lebih dulu di Menowo, Kota Magelang.

Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, pihaknya sementara menetapkan satu pelajar menjadi tersangka dari 28 pelajar yang diamankan. “Petugas masih di lapangan untuk melakukan penyelidikan. Kemungkinan tersangka bisa bertambah,” ujarnya.

Menurut Yudi, selain dirawat di RSU Muntilan, ada tiga orang yang dirawat di RS Harapan Kota Magelang. Salah satunya merupakan alumni SMK Satria yang beralamatkan di Kiringan, Ringinanom, Tempuran. “Melihat data korban, dugaan kami ada keterlibatan alumni sekolah ikut tawuran,” ungkapnya.

Ditanya identitas tersangka, Kapolres enggan membeberkan. “Untuk identitas satu tersangka belum bisa kami share, karena masih terus dilakukan pendalaman dan penyelidikan kasus tawuran pelajar ini,” tandasnya. (dem/laz/mg2)