BANTUL – Tim Turbo Polda DIJ terus bergerak memberikan santunan. Kali ini mereka menyasar komunitas pemulung di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Lantaran komunitas ini punya sumbangsih besar. Terutama terhadap lingkungan.

”Mereka (pemulung, Red) patut dijuluki pahlawan. Mereka mengurangi sampah sekitar 10 ton per hari,” jelas Dir Binmas Polda DIY Kombes Pol Rudi Heru Susanto di sela bakti sosial Tim Turbo Polda DIJ di TPST Piyungan, Jumat (22/2).

Tim Turbo kepanjangan dari Tim Turun Bukit Memberikan Sembako ini setiap Jumat rutin menggelar bakti sosial. Selain pakaian layak pakai, Tim Turbo juga memberikan paket sembako.

Menurut Rudi, aksi sosial itu bertujuan untuk meringankan beban masyarakat.

”Kedepan kami akan upayakan untuk masalah kesehatan,” tuturnya.

Bripka Nur Ali Suwandi, penggerak Tim Turbo menyebut ada 500 pemulung yang mendapat santunan. Namun, pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, ini menekankan, ada pesan penting yang ingin ditunjukkan dalam aksi ini. Yakni, menumbuhkan tali persaudaraan antarsesama.

”Harapannya aksi ini membawa kebahagiaan dan kedamaian,” tuturnya.

Ketua Komunitas Mardiko TPST Piyungan Maryono apresiatif dengan bakti sosial Polda DIJ. Sebab, para pemulung jarang mendapat bantuan. Padahal, penghasilan para pemulung rata-rata sekitar Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu per hari.

”Semoga semakin banyak bantuan-bantuan yang menyentuh kami. Terutama kesehatan,” harapnya. (cr6/zam/mg4)