Pria dengan perawakan tinggi tersebut terlihat di antara beberapa pemain PSS Sleman yang tengah melakukan pemanasan di Stadion Maguwoharjo saat PSS Sleman menjamu Borneo FC, Rabu (20/2) lalu. Itulah kali pertama pria yang akrab disapa Suwandi HS memimpin pemanasan bagi skuad Super Elja di ajang resmi.

Meski begitu, Suwandi tidak dapat mendampingi Bagus Nirwanto dkk dari pinggir lapangan. “Saya berada di atas (tribun, Red), karena statusnya pernah terdaftar sebagai pelatih Persiba Bantul,” kata Suwandi kepada Radar Jogja Jumat(22/2).

Pelatih kelahiran Gresik, Jawa Timur 46 tahun silam musim sebelumnya menjadi juru taktik Persiba Bantul. Namun sayang langkah Persiba untuk naik kasta ke Liga 2 terhenti di babak delapan besar. Namun, mantan bek Timnas Indonesia di era 90an ini enggan berkomentar atas kegagalan Persiba di babak delapan besar. Padahal, saat itu Slamet Widodo dkk hanya butuh hasil seri saja melawan Bogor FC. “Kami tidak beruntung,” katanya.

Setelah kontraknya berakhir bersama Persiba, dia pun mendapat tawaran mendampingi pelatih Seto Nurdiyantara di skuad PSS Sleman. Seto sendiri, bisa dibilang merupakan junior Suwandi saat berada di Timnas Indonesia. Ketika itu, keduanya bersama di Piala Tiger atau AFC 2.000.

“Ya akhirnya kami bisa bersama lagi. Dalam sepak bola tidak ada istilah senior yunior. Apalagi lesensi coach Seto lebih sudah AFC, ini kesempatan bagi saya untuk belajar,” kata pemain yang juga berperan membawa Petrokimia Putera juara Liga Indonesia 2002 silam ini.

Bagi Suwandi, bersama PSS yang bermain di Liga 1 menjadi kesempatan untuk mengasah ilmu kepelatihannya. Apalagi, di PSS pun dia akan bertemu dengan muka-muka baru.”Ada Danilo dan Listianto Raharjo yang cukup saya kenal. Ini memudahkan saya untuk beradaptasi,” katanya.

Pemain yang juga sahabat legenda Persebaya Surabaya Eri Erianto ini pun cukup antusias berhadapan dengan skuad muda yang dimiliki oleh Super Elja. Menurutnya, menangani pemain-pemain muda memiliki tantangan tersendiri. “Memang saya belum mengenal seluruh pemain harapannya dua hari lagi saya bisa mengenal semuanya,” katanya.

Sampai dengan Jumat(22/2), Suwandi mengaku belum secara resmi menjadi asisten pelatih di PSS Sleman. Sejauh ini dirinya belum bertemu dengan manajemen guna membahas perihal kontrak.

Bila nantinya dipercaya menjadi asisten dari Seto, dia bertekad memberikan segala ilmunya yang pernah diperoleh selama mengarungi sepakbola Indonesia. Dia pun menyatakan cukup antusias dengan keberadaan suporter fanatik PSS Sleman. “Tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi PSS,” jelasnya. (din/mg3)