BANTUL – Harapan Sarjono untuk menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pupus. Padahal, guru honorer kategori dua (K2) ini telah lama menunggu peluang untuk memperbaiki nasibnya sejak lama.

Penyebabnya, guru agama di SMPN 2 Imogiri itu tidak mengetahui kapan pendaftaran rekrutmen PPPK dimulai.

”Tidak dengar (informasi pendaftaran, Red) sama sekali,” keluh Sarjono di kompleks Parasamya, Jumat (22/2).

Warga Srihardono, Pundong, ini sebenarnya mendengar rencana pemerintah merekrut PPPK. Apalagi, rencana itu disampaikan langsung Presiden Joko Widodo. Namun, dia tak mengetahui teknis pelaksanaannya.

Kendati begitu, Sarjono tetap berusaha melengkapi berbagai persyaratan administrasi yang diperlukan. Salah satunya melakukan verifikasi berbagai persyaratan itu di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul.

Pegawai disdikpora, Sarjono mengklaim, mengetahui bahwa berbagai persyaratan tersebut untuk pendaftaran PPPK. Namun, pegawai itu tak menginformasikan kapan pendaftaran PPPK.

”Di sekolah (SMPN 2 Imogiri, Red) juga tidak ada pemberitahuan soal waktu pendaftaran. Sosialisasi pendaftaran sangat minim,” tutur Sarjono mengaku baru mengetahui waktu pelaksanaan rekrutmen setelah waktu pendaftaran ditutup Minggu (17/2) lalu.

Dari itu, pria 48 tahun ini kemarin datang ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul. Tujuannya untuk mencari informasi seputar pendaftaran susulan rekrutmen PPPK.

”Harapan saya tinggal itu. Umur saya sudah 48 tahun,” katanya dengan wajah lesu.

Kepala BKPP Bantul Danu Suswaryanta mengklaim sosialisasi pendaftaran PPPK sudah masif. Sejak pendaftaran dibuka Minggu (10/2) lalu. Bahkan, Danu mengaku intens memantau perkembangannya melalui tiga organisasi perangkat daerah (OPD) yang membuka posisi formasi PPPK. Yakni, disdikpora, dinas pertanian, pangan, kelautan, dan perikanan, serta dinas kesehatan.

”Saya sering meminta tolong (kepada OPD) agar pendaftaran PPPK dikoordinasikan dan disosialisasikan hingga tingkat paling bawah,” ucapnya.

Ketika disinggung mengenai peluang guru honorer K2 yang belum mendaftar, Danu memastikan tidak ada pendaftaran susulan. Kendati begitu, pejabat yang tinggal di Sanden ini menyebut ada peluang rekrutmen PPPK tahap kedua.

”Kantor Regional 1 Badan Kepegawaian Negara Jogjakarta menginformasikan tahap kedua sekitar bulan Mei atau Juni,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, bekas sekretaris dinas tenaga kerja dan transmigrasi ini menyebut Kabupaten Bantul mendapat 331 kuota PPPK. Namun, formasi yang bakal kosong cukup banyak. Itu terlihat dari jumlah pendaftar PPPK. Hanya 203 orang.

”Yang lolos proses pemberkasan 198 orang,” sebutnya. (zam/mg4)