JOGJA – “Ketika Kalian Terlelap Tidur dan Bermimpi Disitulah Kita Bekerja Agar Tidur Kalian Nyenyak”. Kutipan itulah yang menjadi semangat tim Progo Sakti yang dibentuk oleh Polda DIJ sejak tahun 2017 silam.

Meski luas wilayahnya tidak sebesar provinsi lain, DIJ berkembang menjadi daerah yang sibuk, seperti kota metropolitan. Tapi seiring berjalannya waktu dan untuk menyikapi dinamika daerah, Polda DIJ perlu membuat pasukan yang dapat bertindak cepat. Itu untuk mengantisipasi peristiwa yang belum terjadi, sudah terjadi atau yang akan terjadi. “Maka kami akhirnya membentuk tim bernama Progo Sakti,” kata Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIJ Kombes Pol Hadi Utomo, Kamis(20/2).

Terdiri dari 30 anggota, tugas Tim Progo Sakti adalah untuk menjaga ketertiban masyarakat. Sehingga tercipta rasa aman dan keadaan yang lebih kondusif.  Progo Sakti itu merupakan tim bentukan Polda DIJ yang terdiri dari Brimob, Sabhara, dan Reserse. “Masing-masing mengirimkan 10 anggota, sehingga total ada 30 anggota,” kata Hadi.

Meski minim, tapi ke-30 anggota Tim Progo Sakti Polda DIJ memiliki kemampuan khusus. Hadi menjelaskan, sebelumnya para anggota diberikan pelatihan. Seperti menembak tepat sasaran, mengendarai motor agar lebih terampil dan lincah. Juga diberikan pelatihan untuk mengevakuasi korban yang berada di tengah kerumunan.

“Bahkan kami latih untuk melakukan pertolongan pertama,” bebernya. Kenapa dilatih melakukan pertolongan pertama? Itu karena tugas Progo Sakti bukan hanya mengungkap dan menangkap tapi melakukan pertolongan pertama pada kondisi tertentu. “Seperti pada saat ada aksi penculikan, tim Progo Sakti kami turunkan,” lanjutnya.

Hadi menjelaskan tugas pokok kepolisian adalah memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Untuk perlindungan dan pengayoman ada di bidang preventif atau pencegahan. “Lalu untuk pelayanan ada yang preventif dan penegakkan hukum,” tuturnya.

Sejak adanya Progo Sakti, jelas Hadi, data kejahatan jalanan menurun. Tapi yang menjadi tugas utama adalah pengungkapan. “Tugasnya menjaga kamtibmas dengan cara berpatroli, tapi tugas utamanya adalah mengungkap tindak pidana dengan cara penyelidikan,” bebernya.

Hadi juga mengungkapkan di 2018 lalu ada 49 kasus yang ditangani oleh Progo Sakti. Kebanyakan kasus tersebut termasuk dalam kategori berat. Penganiayaan jalanan, pembunuhan, perampokan. “Sampai saat ini kami tidak punya hutang atas peristiwa pembunuhan. Semuanya bisa diungkap,” tegasnya.

Menurut dia, rata-rata di DIJ pukul 02.00-03.00 merupakan jam-jam rawan. Apalagi penerangan di DIJ agak kurang dan kondisi jalan sepi. Saat itu pulalha tim Progo Sakti akan melakukan patroli. “Kalau ada pelanggaran kami tindak. Atau kalau ada yang kumpul-kumpul tidak jelas akan segera kami bubarkan,” jelasnya.

Hadi juga berharap ada kerja sama dengan masyarakat. Ketika mendengar melihat agar sampaikan kepada kepolisian terdekat untuk segera ditindak lanjuti. Saluran laporan bisa melalui media sosial. “Akses untuk masyarakat mudah. Silakan saja sampaikan ke media sosial kami, nanti akan segera kami tangani,” pintanya.

Pekerjaan tim Progo Sakti Polda DIJ memang tidak mudah. Risikonya juga sangat besar. “Tidak ada pekerjaan yang tidak ada risiko, yang penting bagi kami masyarakat damai, tenteram dan aman,” ungkapnya. (har/pra/mg2)