MAGELANG – Kepedulian warga Tionghoa di Magelang terhadap pondok pesantren (ponpes) dan masjid cukup besar. Hal itu bisa dilihat dengan adanya bantuan Alquran dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Magelang. Sebanyak 2.500 mushaf Alquran diberikan kepada sejumlah ponpes dan masjid di Magelang Raya (Kota dan Kabupaten Magelang).

PSMTI sendiri hanya menyalurkan bantuan dari Sinar Mas Group dalam rangka Wakaf Quran untuk Negeri. Ketua PSMTI Kota Magelang Hino Chandra secara simbolis menerima bantuan ini dari Managing Director Sinar Mas G Sulistiyanto. Kemudian diteruskan kepada perwakilan ponpes dalam acara di Rumah Makan Mia Sari, kemarin.

“Alquran yang kami berikan sudah lolos dari MUI,” kata Sulistiyanto kemarin.

Ia mengutarakan, bantuan ini tidak lepas dari masih kurangnya Alquran di masyarakat, termasuk di lembaga pendidikan seperti pondok pesantren. Kekurangan itu berkisar 2 juta mushaf setiap tahun.

“Sejak tahun 2008 kami mulai program Wakaf Quran untuk Negeri dengan dukungan Asia Pulp dan Paper Sinar Mas. Sampai saat ini kami sudah menyalurkan 800 ribu mushaf di seluruh Indonesia dan target sampai akhir tahun 2019 nanti dapat tersalurkan hingga 1 juta mushaf,” jelasnya.

Seluruh Alquran yang diwakafkan ini, dicetak di atas kertas Sinar Tech atau lebih dikenal Quran Paper (QPP). Quran Paper ini sendiri telah memenuhi sertifikat halal dari MUI, karena bahan baku dan proses produksinya memenuhi kaidah kehalalan.

“Hingga sekarang90 persen produksi kami diekspor ke berbagai negara di Asia dan Afrika. Selain Alquran, kami juga wakafkan lebih dari 50.000 buku panduan membaca Alquran dan Juz Amma serta 300 set Alquran Braille bagi tunanetra. Tahun ini kami juga akan cetak buku panduan bagi khatib,” tambahnya.

Sekretaris PSMTI Kota Magelang Eddy Sutrisno mengatakan, bantuan ini wujud kepedulian pada keberagaman di tanah air. Segenap warga keturunan Tionghoa bertekad memiliki peran lebih kuat lagi untuk bangsa Indonesia.

“Keberanian pemberian Alquran ini sangat mulia. Hal ini agar dunia pesantren makin berkembang, maju, dan yang khatam Alquran semakin banyak. Bantuan ini juga wujud tanggung jawab sosial Sinar Mas,” ujarnya di sela acara.

PSMTI, kata pengusaha properti dan pemilik rumah sakit ini, sudah berdiri sejak sekitar 20 tahun lalu. Pergerakan paguyuban yang anggotanya berjumlah sekitar 6.000 orang ini lebih banyak di bidang sosial kemanusiaan.

“Penyaluran bantuan Alquran ini baru kali pertama lakukan dari sebelumnya berkutat pada bantuan sosial, beasiswa, dan lain sebagainya. Kegiatan ini juga untuk memberi contoh perusahaan lain untuk dapat mengeluarkan CSR-nya,” tandas Eddy. (dem/laz/riz)