PURWOREJO – Satu dari dua pelaku pencurian dengan spesialis pondok pesantren, berhasil ditangkap jajaran Rekrim Polres Purworejo. Dari lima kejadian yang dilakukan, petugas baru mengamankan dua barang bukti yang telah dijual oleh pelaku.

Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Haryo Setyo Liestyawan mengungkapkan, pelaku yang berhasil diamankan itu adalah Siswo Aji, 41, warga Cuweran Lor, Loano, Purworejo. Perbuatan pelaku ini cukup meresahkan warga, terutama pondok pesantren yang kerap menjadi sasarannya.

Petugas melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku setelah ada laporan dari seorang santri di Ponpes Ma’hadil Ulumis Syarngiyah, Kampung Plaosan, Baledono, Purworejo. Dari pengembangan petugas, pelaku bisa dibekuk di rumahnya 22 Januari lalu. “Kejadiannya sudah agak lama di bulan Maret 2017, lebih kurang pukul 04.30,” kata AKP Haryo, Senin (11/2).

Dari pengakuan Siswo Aji, dirinya tidak bertindak sendirian dalam melakukan aksinya. Ada nama lain yakni Agus Nanung yang menjadi temannya dalam menyambangi lokasi sasaran. “Agus Nanung masih dalam proses pencarian,” tambah Kasat Reskrim.

Dari lima aksinya, kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 7 juta. Yang berangkutan disangkakan dengan Pasal 33 (1) ke-3 dan ke-4 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Saat diminta keterangannya, Siswo mengaku saat melakukan aksinya ia dibonceng Agus Nanung menuju asrama santri pagi-pagi hari, sekitar pukul 04.30. Sesampai di pondok, Siswo lantas memasuki kamar-kamar santri yang pintunya tidak terkunci untuk mencari barang-barang berharga yang dengan mudah ia gasak.

Barang curian itu dijual kepada orang yang membutuhkan dengan harga normal. Layaknya jual beli antara pedagang dan pembeli, tanpa perantara atau penadah. Dikatakan, aksi itu dilatarbelakangi karena masalah ekonomi, mengingat ia tidak memiliki pekerjaan layak. “Hanya untuk membeli makan sehari-hari saja,” kata Siswo yang mengaku sebagai penjual kambil atau kelapa ini. (udi/laz/riz)