JOGJA – Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kota Jogja akan ditambah. Rencananya ada enam sekolah yang terlibat dalam program ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Hari Wahyudi mengungkapkan target dari SPAB adalah sekolah tingkat SMP. Saat ini yang sudah masuk dalam sekolah aman bencana (SAB) adalah SD Bangunrejo dan SD Baluwurti. “Sebenarnya dulu sudah berjalan tapi namanya Sekolah Siaga Bencana (SSB). Memang masih dua sekolah karena saat itu pakai dana provinsi,” jelasnya, Sabtu (9/2).

Dipilihnya sekolah karena edukasi bencana dinilai lebih optimal. Siswa, lanjutnya, memiliki intensitas waktu tinggi di sekolah. Sehingga edukasi dan mitigasi bencana ini akan lebih efektif dilakukan pada saat jam pelajaran.

SPAB, lanjutnya, tidak hanya menyasar siswa sekolah. Perannya tak ubahnya sebagai peserta maupun relawan. Disatu sisi belajar namun juga turut memberi contoh ke setiap siswa. Mantan Kepala Bagian Umum Pemkot Jogja itu menambahkan, perlu komitmen dari  sekolah. Seperti keterlibatan guru dan penyediaan infrastruktur  dari pihak sekolah. Serta juga perlu sering dilakukan pelatihan dalam hal simulasi. “Perlu kesadaran dari pihak sekolah, agar berkelanjutan. Jadi tidak hanya berupa pelatihan saja,” jelasnya.

Guna melengkapi edukasi dan mitigasi bencana ada sebuah gladi lapang atau simulasi. Hanya saja dia belum bisa memastikan pelaksanaan gladi lapang setiap sekolah. Kemungkinan besar, penerapan praktek ini bersamaan dengan pengukuhan SPAB setiap sekolah.

“Diluar ini sekolah tetap bisa menggelar gladi lapang sendiri. Kami membekali dengan teori dan pengetahuan tentang mitigasi bencana. Misalnya jalur evakuasi, lalu sikap kalau terjadi bencana. Agar tertata dan tidak panik dan siswa jadi terbiasa,” ujarnya.

Keberadaan SPAB juga sebagai wujud penyiapan masyarakat dalam mengahadapi bencana. Sebelumnya BPBD Kota Jogja sudah membentuk 100 Kampung Tanggap Bencana (KTB). Dengan adanya SAB agar bisa berintegrasi dengan KTB. (dwi/pra)