SLEMAN – Dilansir dari BPPTKG, Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitasnya, Senin (11/2) pukul 08.58. Yaitu dengan mengeluarkan awan panas guguran dengan durasi 35 detik. Jarak luncur awan panas tersebut mencapai 400 meter ke arah Kali Gendol.

Dari video atas nama Samijo di selatan Lapangan Merapi Golf yang diunggah akun twitter @merapi_news, tampak awan putih keluar dari puncak Merapi. Dalam video berdurasi 32 detik itu, cuaca memang terlihat cerah. Sehingga terlihat jelas bagaimana gunung teraktif di dunia itu mengeluarkan ‘wedus gembel’.

Meskipun demikian, warga masih tenang dan tidak panik. Seperti warga yang ada di dalam video yang kemudian kembali melanjutkan aktivitas pekerjaanya di pagi hari.

“Mandali (aman terkendali, red), mandali. Ra popo yo, foto-foto sek (tidak apa-apa, foto-foto dulu, red),” kata warga yang terlihat sedang dalam proyek pembangunan itu.

Akun twitter @BPPTKG juga tidak memberikan informasi lanjutan. Selain foto aktivitas Merapi dengan tagar#statuswaspada. Sebelumnya, pada Kamis (7/2), Gunung Merapi, mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur lebih jauh.

“Awan panas guguran teramati di Gunung Merapi pukul 18.28 WIB, dengan jarak luncur ± 2 km ke arah hulu Kali Gendol, amplitudo 70 dengan durasi 215 detik,” tulis BPPTKG dalam akun Twitter resminya, Kamis (7/2).

Terkait aktivitas Gunung Merapi, Bupati Sleman Sri Purnomo meminta masyarakat terus mengamati perkembangannya. Selain itu, bagi masyarakat di sekitar bantaran Kali Gendol juga berhati-hati. Ikuti instruksi jarak aman dalam beraktivitas.

“Jangan beraktivitas yang radiusnya dekat Merapi. Kalau terjadi luncuran sewaktu-waktu tidak bisa menghindar. Kami tunggu terus update informasi BBPTKG, bagaimana kaitanya informasi aktivitas Merapi. Kami selalu berkerja, sehingga apapun yang terjadi dapat menangani sebaik-baiknya,” kata Sri Purnomo. (riz)