GUNUNGKIDUL – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul memberikan syarat tambahan untuk kenaikan status guru. Para guru di seluruh Gunungkidul diimbau untuk dapat membuat suatu karya tulis atau karya ilmiah.

“Dengan adanya karya tulis ilmiah dari penelitian yang dilakukan, dapat menjadi nilai plus dalam proses kenaikan status guru,” kata Kepala Disdikporan Gunungkidul Bahron Rasyid akhir pekan lalu.

Menurut dia, sebagian besar jumlah guru yang ada di saat ini hanya mampu sampai pada pangkat golongan III D dan IV A. Padahal, jika guru-guru mau dan berani menulis karya ilmiah, maka bisa mencapai pangkat golongan lebih tinggi lagi. “Untuk itu kami mendorong guru atau kepala sekolah untuk terus melakukan pengembangan diri. Terlebih di Gunungkidul guru yang mencapai golongan IV D masih sedikit,” ujarnya.

Karya tulis ilmiah, yang ditulis, jelas dia, tidak perlu yang rumit. Guru bisa membuat karya tulis ilmiah berdasarkan hasil pengamatan perkembangan para siswanya di kelas. “Karena dengan adanya karya tulis bisa jadi penunjang kenaikan pangkat,” ucapnya.

Menurut dia, penilaian hasil karya tulis ada tingkatannya. Penilaian dipengaruhi oleh peruntukan yakni, tingkat sekolah, kabupaten atau provinsi. Tentu jika buku tersebut nantinya digunakan pada tingkatan provinsi nilainya akan lebih.

Sementara itu, Kepala SMP 3 Wonosari Mulyadi membenarkan jika Disdikpora sudah melakukan bimbingan teknis yang menyasar guru dan kepala sekolah terkait dengan karya tulis. Diakuinya selama ini ada kendala bagi guru untuk membuat karya tulis ilmiah.

“Paling banyak karena kurang semangat dalam melakukan penelitiaan padahal jika sudah menjadi karya tulis bisa dipergunakan untuk kenaikan pangkat para guru,” kata Mulyadi.

Keengganan dalam pengembangan diri tersebut biasanya berasal dari guru generasi zaman old.Kemudian guru golongan IV A biasanya semangatnya turun. Kalau masalah teknis, menurutnya bisa diatasi dengan konsultasi dengan para pengawas. “Sebab, pengawas  yang menjadi pendamping berada disetiap wilayah,” terangnya. (gun/pra/tif)