Sejumlah kampung di Kota Yogyakarta telah mendeklarasikan diri sebagai Kampung Ramah Anak (KRA). Implementasi dari penetapan KRA itu, maka seyogianya anak-anak harus dibebaskan dari asap rokok.

“Kalau orang tua khususnya bapak-bapak masih merokok, maka ibu-ibu harus berani mengingatkan. Jangan lagi bapak-bapak merokok di dalam rumah. Kalau menjadi KRA, maka lingkungan kampung itu juga harus terbebas dari asap rokok,” ungkap Erwin Nizar saat menjadi narasumber Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang diadakan Dinas Kesehatan DIY di Pendapa Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta pada Jumat (8/2).

Di depan peserta sosialisasi yang mayoritas ibu-ibu, Erwin mengingatkan, budaya tidak merokok merupakan bagian dari tujuh langkah Germas. Tradisi tidak merokok harus dimulai dari keluarga. “Orang tua harus menjadi figur yang dapat dicontoh anak-anaknya,” ingat dia.

Dalam kesempatan itu, Erwin mengungkapkan tujuan Germas. Di antaranya, menurunkan beban penyakit, menurunkan beban biaya pelayanan kesehatan, meningkatkan produktivitas penduduk dan menekan peningkatan beban finansial masyarakat untuk pengeluaran kesehatan.

Dia juga menjelaskan  tujuh langkah Germas. Dimulai dengan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, membudaya mengonsumsi buah dan sayur serta tidak merokok. Lalu tidak mengonsumsi minuman beralkohol, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala serta menjaga kebersihan lingkungan.  Terakhir adalah menggunakan jamban.

Berdasarkan pengamatan Erwin, belum semua warga di DIJ menggunakan jamban sehat untuk buang air besar (BAB). Bahkan ada satu kecamatan di Bantul yang warganya masih melakukan aktivitas BAB sembarangan. “Ini harus menjadi perhatian,” pinta anggota DPRD DIY periode 2004-2009 dan 2009-2014 ini.

Dikatakan, aspek sanitasi menjadi bagian penting Germas. Aktivitas BAB di luar jamban dapat meningkatkan risiko penularan berbagai jenis penyakit sekaligus menurunkan kualitas lingkungan.

Sedangkan Aminah dari Dinas Kesehatan DIY menjelaskan, tujuan Germas adalah menjalani hidup yang lebih sehat. Gaya hidup sehat akan memberi banyak manfaat. Mulai dari peningkatan kualitas kesehatan hingga peningkatan produktivitas seseorang. Hal yang tidak boleh dilupakan dari gaya hidup sehat adalah lingkungan yang bersih dan sehat. Serta berkurangnya risiko membuang lebih banyak uang untuk biaya berobat ketika sakit.

“Hidup bersih dan sehat itu biaya tidak mahal,” ungkap Aminah.

Dia lebih detail menjelaskan tujuh langlah menjalankan Germas. Perilaku kehidupan modern seringkali membuat banyak orang minim melakukan aktivitas fisik. Baik  aktivitas fisik karena bekerja maupun berolah raga.

Kemudahan – kemudahan dalam kehidupan sehari – hari karena bantuan teknologi dan minimnya waktu karena banyaknya kesibukan menjadikan banyak orang menjalani gaya hidup  kurang sehat.

“Aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari merupakan salah satu gerakan yang diutamakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan seseorang,” katanya. Dia juga mengajak peserta agar membiasakan mengonsumsi sayur dan buah setiap hari. Buah yang dikonsumsi tidak perlu mahal.

Selain itu dia, meminta peserta agar melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan berkala. Ini menjadi bagian dalam mengelola kesehatan. Pemeriksaan kesehatan secara rutin dan tidak hanya datang ke rumah sakit atau puskesmas ketika sakit saja. “Langkah ini dapat memudahkan mendeteksi penyakit atau masalah kesehatan lebih dini,” lanjut dia.

Berikutnya menjaga kebersihan lingkungan. Menjaga kebersihan lingkungan dalam skala kecil seperti tingkat rumah tangga dapat dilakukan dengan pengelolaan sampah. (kus/tif)