PURWOREJO – Kunjungan ke Purworejo untuk meresmikan beroperasinya Divisi Reska Multi Usaha (RMU) di Kutoarjo, dimanfaatkan Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengecek Stasiun Wojo di Bagelen, kemarin (8/2). Dia ingin melihat dari dekat kesiapan upgrade stasiun itu untuk mendukung New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo.

“Jarak Wojo dan bandara tidak terlalu jauh, hanya sekitar 5-6 kilometer saja. Rencananya nanti kereta akan berhenti di Wojo yang disambung ke NYIA,” kata Edi di sela peninjauannya, Jumat (8/2).

Dia berharap peningkatan fasilitas di Stasiun Wojo bisa selesai dengan cepat dalam tahun ini. Karena hal ini akan sangat mendukung transportasi kereta ke bandara, sambil menunggu Stasiun Kedundang di Kulonprogo selesai dibangun.

Terkait persiapan menyambut bandara sendiri, PT KAI telah menyiapkan dua unit kereta api khusus. Rencananya mereka akan menambah lagi kereta khusus bandara hingga 20 kereta. “Tapi itu tidak untuk mendukung NYIA saja,” tambah Edi.

Disinggung proses pembangunan jalan menuju Kedundang, Edi mengatakan hal itu menjadi kewenangan Ditjen Perhubungan. Sepengetahuannya, tahapan yang ada saat ini adalah pembebasan lahan yang akan digunakan untuk mencapai bandara dari Kedundang. “Semoga cepat selesai sehingga nanti semua akan berjalan lancar,” tambahnya.

Ia mengungkapkan saat ini Jogja-Solo sebenarnya sudah tergabung dalam layanan kereta api. Praktis jika terjadi penumpukan penumpang udara di Solo, penumpang langsung bisa mengalihkan ke Jogjakarta atau Kulonprogo. “Perjalanan Solo hingga Kulonprogo tidak lama, sekitar satu jam,” ujar Edi.

Saat memberikan sambutannya, Edi mengungkapkan masa depan perkeretaapian cukup baik. Tercatat PT KAI saat ini memiliki 600 stasiun dengan total perjalanan dalam sehari mencapai 1.800.

“Ini masih didukung adanya peningkatan jumlah penumpang dari tahun 2017 ke 2018. Di tahun 2017 tercatat ada 397 juta penumpang, dan meningkat menjadi 428 juta penumpang di tahun 2018,” ungkap Edi.

Keberadaan RMU dilihatnya menjadi sebuah prospek baik karena akan sangat mendukung layanan perkeretapian. Peresmian kantor cabang maupun distrik RMU yang dilakukan serentak di Kutoarjo, menjadi sebuah momen untuk pengembangan usaha kereta api.

“Hari ini kami meresmikan kantor untuk Cirebon, Purwokerto, Semarang, dan Kutoarjo ini. Karena kami melihat ini adalah pangsa yang baik di tengah penurunan animo masyarakat menggunakan angkutan udara,” katanya.

Sementara itu, Plt Direktur PT RMU Muhammad Sahli mengungkapkan, pembangunan kantor distrik di Kutoarjo tidak harus membeli lahan karena memanfaatkan bangunan yang telah dimiliki. Hanya saja, karena merupakan bangunan lama, pihaknya harus pandai menyiasatinya. (udi/laz/riz)