SLEMAN – PSS Sleman kembali bertemu tim asal Pulau Kalimantan di babak 16 besar Piala Indonesia. Yakni Borneo FC. Sebelumnya, tim berjuluk Super Elang Jawa ini melenggang ke 16 besar usai mengalahkan tim asal Kalimantan lainnya, yakni Barito Putera dengan agregat 5-4.

Pertemuan PSS Sleman kontra Borneo FC ini merupakan hasil drawing yang diadakan di Kantor TVRI Senayan, Jakarta, Jumat (8/2). Babak 16 besar dijadwalkan akan dihelat 15 Februari sampai 24 Februari mendatang. Babak 16 besar digelar dengan sistem kandang dan tandang.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara mengatakan, Borneo FC merupakan tim yang kuat. Dia berharap dari pertemuan kedua tim ini akan mendapatkan pelajaran yang berarti. “Seperti de javu ya dapat lawan dari tim Kalimantan lagi,” kelakarnya usai mendampingi anak asuhnya menjalani latihan di Lapangan Paskhas TNI AU, (8/2).

Dalam latihan ini, terlihat pemain seleksi. Yakni Mido Saad, pemain Zamalek SC Mesir. Mido mengaku mengagumi PSS Sleman sebagai tim yang besar dengan suporter yang fanatik. Dia pun berharap bisa menjadi bagian dari tim ini.

Menurut Manajer PSS Sleman Retno Sukmawati, Mido hadir atas inisiatif sendiri. PSS membuka diri dan memberikan kesempatan untuk mengikuti latihan. Sedangkan Seto menjelaskan, tidak menutup kemungkinan Modi bisa bergabung dengan PSS Sleman.

Namun, keputusannya akan ditentukan setelah melihat kemampuan pemain ini. Seto juga memastikan sudah dua pemain asing yang secara intensif berkomunikasi dengan pihak manajemen. Rembugan masih terus dilakukan. Dua pemain ini berposisi center-back dan gelandang. Ia menargetkan tim sudah terbentuk akhir Februari ini.

”Lebih cepat, lebih baik. Ini agar persiapan pematangan tim bisa lebih lama,’’ jelasnya.

Manajemen PSS Sleman tidak akan gegabah dalam merekrut pemain asing. Maka tak heran, hingga sejauh ini ada kesan manajemen Super Elja lambat dalam merekrut pemain asing.

Humas PT Putra Sleman Sembada Yohannes Sugianto menjelaskan sedari awal, PSS mencari pemain asing yang belum pernah bermain di Indonesia. Namun, kendala yang dihadapi kontrak pemain asing tersebut terkadang terlalu tinggi. ”Sekarang ini kami masih nego dengan agen pemain asing. Memang belum ada yang deal,” kata pria yang akrab di sapa Yo itu.

Bila rencana tersebut gagal, langkah yang dilakukan PSS adalah merekrut pemain asing yang direkomendasikan pelatih atau pun yang ditawarkan para agen, meskipun pernah bermain di Indonesia. PSS Sleman nantinya akan memanfaatkan laga uji coba maupun tournament pra musim sebagai ajang trial bagi pemain asing.

”Jangan sampai PSS membeli kucing dalam karung. Karena kami ingin mengetahui kemampuan pemain asing yang direkrut,” terangnya.

Yo enggan membocorkan identitas para pemain asing yang tengah didekati manajemen. Dia hanya menyebutkan bahwa pemain asing yang akan menjalani trial, masing-masing berada di posisi bek, gelandang, dan striker.

Mereka yang akan mengikuti trial dikabarkan berasal dari Eropa, Brasil dan Korea Selatan. ”Posisi playmaker salah satunya. Tinggal siapa yang deal untuk trial dalam beberapa hari ini,” jelasnya. ”Kami tidak ingin buang-buang uang dengan langsung mengontrak pemain asing tapi ternyata kemampuannya jelek. Lagi pula kami masih terbilang baru mengarungi Liga 1,” tegas dia. (bhn/cr10/din/riz)