BANTUL – Jajaran Polres Bantul berhasil mengungkap kasus jual beli ribuan obat daftar G. Para pengedar yang beroperasi di Bantul pun ditangkap.
Kasatresnarkoba Polres Bantul, Andhyka Donny mengatakan, para tersangka yang ditangkap ada lima orang.

Yaitu Andoko, 34 warga Tamanan, Bantul; Alfian Ihsan Rahmad Saputra, 19, warga Desa Bangunharjo, Sewon; Edi Santoso, 29, warga Tarudan, Desa Bangunharjo; Supriyadi, 32, warga Tarudan, Desa Bangunharjo; dan Sigit Hari Wibowo, 35, warga Blimbingsari, Sleman.

Andoko ditangkap di rumahnya Selasa (5/2). Dia kedapatan membawa 60 plastik. Masing-masing berisi 10 pil warna kuning berlambang MF.
Polisi juga menyita dua plastik berisi pil Xanax, Alprazolam, Atarax, dan Alpazoram dari tangan tersangka Didit.

Selain itu, juga disita 5.000 butir Trihexyphenidyl, 1.000 butir Hexymer. Polisi masih menyelidiki asal obat-obatan tersebut.

Tersangka dijerat Pasal 62 UU 5/1997 tentang Psikotoprika dan Pasal 196 UU 36/2009 tentang Kesehatan. Tersangka yang merupakan buruh harian lepas tersebut terancam 15 tahun bui dan denda Rp 1 miliar.

Alfian dibekuk di tempat tinggalnya Selasa (5/2). Dari tangan Alfian petugas menyita 10 butir pil berlogo Y. Sedangkan Edi dibekuk di Tarudan, Desa Bangunharjo. Dia menyimpan 100 butir pil berlogo Y di kamarnya. Supriyadi membawa delapan butir pil berlogo Y.

Sigit merupakan pemasok obat-obatan terlarang tersebut. Dari tangan Sigit polisi menyita 9.000 butir pil berlogo Y. (cr5/iwa/riz)