JOGJA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ dan National Paralympic Committe (NPC) DIJ akan mengintegrasikan pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) XV dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) II secara bersamaan.

Pengintegrasian tersebut baru pertama kali dilaksanakan di DIJ. Hal tersebut sesuai dengan kesepakatan rapat intergrasi Porda dan Paperda DIJ.”Sepakat keduanya (Porda dan Peparda) dapat diadakan bersama,” jelas Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto, Jumat (8/2).

Sebagai tindak lanjut, nantinya akan diadakan pertemuan bagi panitia Porda dan Peparda. Terutama membahas teknis terkait sinkronisasi dan tempat pertandingan.

Guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY ini mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Jogja untuk segera mengkoordinasikan hal terkait dengan pembukaan dan penutupan kegiatan. Mengingat, dengan terintegrasinya even tersebut maka ada tambahan kegiatan.

Ditegaskan, bila terjadi bentroknya jadwal maupun tempat pertandingan, jadwal pertandingan dapat dimajukan. “Tidak diperkenankan mundur. Mengingat penutupan kegiatan direncanakan sesuai jadwal semula,” jelasnya.

Dalam hal promosi maupun publikasi kegiatan, KONI DIJ maupun KONI Jogja membuka peluang kerja sama dengan NPC DIJ. Terlebih baik KONI maupun NPC DIJ, sama-sama merupakan lembaga NGO olahraga yang menerima dana hibah dari APBD Provinsi DIJ.

Yakni melalui Balai Pemuda Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (BPO Disdikpora) DIJ.

“Mohon supaya Dispora Kota Jogja nantinya juga betul-betul mempertimbangkan aksesibilitas, seperti panggung untuk pembukaan atau seremoni menyalakan obor dari difabel ke Porda,” terangnya.

Terkait pertanggungjawaban anggaran yang digunakan dalam dua kegiatan tersebut, nantinya juga akan dirumuskan bersama-sama. Ajang olahraga multievent se-DIJ akan mempertandingkan 40 cabor dan 53 subcabor untuk Porda XV DIJ 2019. Sedangkan Peparda II DIJ 2019 bakal pertandingkan 10 cabor.

Ketua Umum NPC DIJ Hariyanto sangat terbuka dengan tempat pertandingan yang dapat digunakan secara bergantian. Serta menyesuaikan jadwal pertandingan Porda untuk pelaksanaan pertandingan cabor Peparda nantinya.

Namun demikian, ada dua cabor seperti goalball tunanetra dan voli duduk yang memerlukan perhatian khusus. Sehingga hal tersebut bisa menjadi pertimbangan dalam persiapan venue. “Jika tidak memungkinkan, kami akan mencarinya,” terangnya. (bhn/din/riz)