Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara masih belum puas dengan kelengkapan skuadnya. Dia masih memasang radar tinggi-tinggi untuk memantau pemain sesuai dengan kebutuhannya. Seideal apakah tim yang dia inginkan ?

BAHANA

Pelatih dengan lisensi A AFC ini cukup yakin dengan skuadnya yang dimiliki saat ini. Meskipun sebenarnya jumlah yang ada sekarang masih jauh dari kata lengkap. ”Memang targetnya sebelum Piala Presiden sudah komplet,” jelasnya.

Manajemen tim berjuluk Laskar Sembada ini telah mematok target merampungkan kontrak pemain. Target tersebut berdasarkan pada acuan bahwa PSS Sleman akan ikut serta di ajang Piala Presiden 2019. ”Ya karena manejemen sudah putuskan ikut, mau tidak mau harus kami siapkan,” kata pelatih asal Kalasan, Sleman ini.

Sebanyak 17 nama yang telah direkrut Super Elja seluruhnya merupakan pemain lokal. Sejumlah nama baru yang didatangkan oleh PSS Sleman seperti, Derry Rachman, Sidik Saimima, Haris Tuharea, Ricky Kambuaya, Nerius Alom, Kushedya Hari Yudho, dan yang terakhir Arsyad Yusgiantoro.

Dengan begitu, masih ada slot delapan pemain yang akan didatangkan. Super Elja sendiri berencana akan memanfaatkan semaksimal mungkin kuota pemain asing. Namun sejauh ini, belum ada kepastian dari operator Liga Indonesia mengenai pemain asing yang dimiliki setiap klub untuk menghadapi kompetisi musim ini.

PSS Sleman juga akan melengkapi stok penjaga gawangnya. Adalah Rangga Pratama, yang sebelumnya membela Sriwijaya FC berpeluang menjadi bagian skuad Super Elang Jawa di musim ini.

Sampai dengan kemarin, memang belum ada ikatan kontrak resmi antara PSS dan Rangga. Hanya saja, pemain yang pernah bergabung dalam Tim Nasional U-19 di 2014 ini menjadi pemain yang direkomendasikan oleh pelatih kiper PSS Sleman Listianto Raharjo.

Direkomendasikannya pemain berusia 22 tahun tersebut sesuai keinginan pelatih kepala Seto Nurdiyantara. Seto berharap di lini penjaga gawang terjadi persaingan yang sepadan.

Meski berada di klub besar Sriwijaya FC, Rangga tidak banyak mendapatkan tempat bermain. Sebab, pemain dengan tinggi 177cm ini kalah bersaing dengan Teja Paku Alam yang mengisi menjadi pilihan utama klub asal Kota Palembang, Sumatera Selatan. “Saya sudah rekomendasikan ke manajemen. Tentang progresnya seperti apa saya belum tahu,” kata Seto, Kamis (7/1).

Setelah terdegradasi ke Liga 2 Indonesia, Rangga menyatakan kesetiaan bersama Sriwijaya. Namun, ikrar kesetiaan tersebut tak disambut baik manajemen. Rangga malah dicoret dari skuad Laskar Wong Kito- julukan Sriwijay FC. Sementara Teja memilih hengkang ke klub yang baru promosi ke Liga 1, Semen Padang.

PSS Sleman sebenarnya telah memiliki Ega Rizky dan Try Hamdani. Ega merupakan kiper utama yang mengantarkan PSS Sleman ke Liga 1. Peran Ega di musim lalu memang tak tergantikan.

Sedangkan Try Hamdani yang masuk di paruh kedua Liga 2, lebih banyak menjadi penghangat bangku cadangan. Namun, saat melawan Barito Putera di leg pertama babak 32 besar Piala Indonesia, Try mendapat kepercayaan. Penampilannya cukup gemilang di bawah mistar mampu menyelamatkan PSS dari lumbung gol. Ketika itu, PSS Sleman pulang dengan raihan kemenangan.

Seto menginginkan adanya persaingan dalam skuadnya. Dia pun tak menjamin posisi penjaga gawang dipercayakan pada satu orang saja. “Ukurannya tetap di latihan. Jika progresnya baik, akan menjadi pilihan utama,” terangnya. (din/riz)