BANTUL- Mantan vokalis grup band Edane Alexander Theodore Lamoh akhirnya bisa bernafas lega. Dia akhirnya bisa terhindar dari jerat Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Bantul, Ketua Majelis Hakim Sri Wijayanti Tanjung dengan dua anggota Cahya Ismawati dan Rajendro Isworo Kusumo, dalam pertimbangan putusannya, menilai yang diposting Ecky Lamoh di Facebook tidak masuk kategori sebagai konten yang mengandung penghinaan. Seperti diatur dalam pasal pasal 27 ayat (3) dan pasal 310 UU ITE.

Ecky mengaku lega atas putusan hakim. Kini dia dan keluarganya dapat kembali beraktivitas tanpa rasa cemas. Serangkaian proses hukum di PN Bantul membuat kondisi perekonomiannya memburuk. Dia harus membatalkan beberapa proyek kerja seni sebagai pekerjaan utama.

”Ya, sekarang lega. Perjuangan tidak sia-sia. Bebas murni tanpa mengeluarkan biaya,” ungkapnya usai sidang di Pengadilan Negeri Bantul, Rabu (6/2).

Dia mengaku keputusan pembebasan itu tepat. Sebab, konten yang dia unggah tidak ada unsur pencemaran nama baik dan tidak ada maksud seperti tuduhan pelapor, HS. Alamat yang di tunjuk jelas. Sifatnya hanya pengaduan karena tak kunjung mendapatkan respon dari kepolisian atas kasus penggelapan yang menimpanya.

”Saya apresiatif terhadap kinerja hakim. Karena saya tidak mengeluarkan biaya sepersen pun atas kasus saya,” ungkap bapak dari dua anak itu.

Ecky juga menyampaikan terima kasih atas bantuan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jogjakarta, yang berkenan membantunya tanpa membayar uang sepersen pun. ”Kasus ini jadi pembelajaran saya. Hakim mengajarkan saya cara memanusiakan manusia,” tuturnya.

Kuasa Hukum Ecky dari LBH Jogjakarta, Yogi Zul Fadli mengatakan putusan hakim menjatuhkan putusan bebas pada Ecky sudah tepat.”Menjadi angin segar bagi kebebasan berekspresi dan berpendapat. Hakim menjunjung tinggi amanat konstitusi negara,” ungkapnya. (cr6/pra/riz)