GUNUNGKIDUL – Dunia pendidikan di Gunungkidul terus berbenah. Untuk memajukan sekolah, SDN Selang V Wonosari mendatangkan guru dari Malaysia. Kegiatan belajar mengajar (KBM) pun mendapat sambutan hangat peserta didik.

Kepala SD Selang V, Wasito mengatakan, kehadiran guru asal Malaysia berlangsung Rabu (6/2). Agendanya, mengenalkan metode pembelajaran guru dari negeri jiran kepada anak didik.

“Saat ini kita hidup dalam masyarakat global. Sehingga dibutuhkan kerjasama semacam ini (mendatangkan guru dari luar negeri),’’ kata Wasito.

Menurut dia, aktivitas kegiatan belajar mengajar mendatangkan guru dari Malaysoa baru kali pertama dilakukan. Pihaknya siap menjalin kerjasama lanjutan

“Bisa kembali mendatangkan guru dari luar negeri,” ujarnya.

Dikatakan, SD Selang memiliki beragam kegiatan ekstrakulikuler. Satu di antaranya marching band, yang diangkat sebagai unggulan sekolah. Prestasinya tidak hanya tingkat nasional, namun merambah hingga internasional.

“Pada 2018 juara I tingkat internasional. Jurinya dari Thailand, dan Malaysia. Untuk kelanjutan ekstra itu akan kami tingkatkan setiap tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, pantauan Radar Jogja, saat perkenalan dengan guru dari Malaysia diwarnai gelak tawa. Tidak lepas dari dialeg khas seperti kata cikgu (guru). ‘’Selamat pagi cikgu,’’ begitu para murid SDN Selang V menyambut kedatangan guru Malaysia.

Seorang murid, Mahardika Kurnia malu-malu saat didekati guru Malaysia. Dia kesulitan memahami dialog yang digunakan guru tersebut. Maka tidak jarang, selalu ada tawa saat kegiatan berlangsung.

“Diajari cara menyapa, dan pengucapan kalimat doa,” kata Mahardian.
Profesor Muhammad Nizam dari Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia terkesima dengan marching band SD Selang V. Dia memberikan masukan kepada SD Selang V.

“(Kegiatan KBM) ini sebagai permulaan, akan coba kami bekerjasama lebih lanjut. Selain marching band mungkin kami akan kolaborasi juga di bidang lain,” kata Nizam. (gun/iwa/riz)