BANTUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana melebarkan Jalan Cinomati. Jalur tersebut merupakan jalan yang menghubungkan Pleret dan Dlingo.

Sering dilewati pengendara saat musim liburan sekolah. Jalan tersebut dilewati untuk menuju ke lokasi wisata yang ada di Bantul. Sehingga Jalan Cinomati perlu dilebarkan.

Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis mengatakan, anggaran untuk pelebaran Jalan Cinomati Rp 64 miliar. Pada 2019, Pemkab Bantul baru mengalokasikan anggaran Rp 4 miliar. Separo untuk perencanaan, Rp 2 miliar untuk pembebasan lahan.

”Kami masih melakukan diskusi dengan Pemprov DIJ. Karena membutuhkan biaya yang banyak,” kata Helmi saat Rapat Koordinasi Pembangunan Jalan Cinomati di Ruang Bupati Bantul, Rabu (6/2).

Helmi berharap pelebaran Cinomati bisa mengembangkan perekonomian masyarakat membaik. Akses menuju objek wisata lancar.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Permukiman (DPUKP) Bantul, Eko Budi Santoso mengatakan, Jalan Cinomati terdiri tiga ruas jalan. Yakni ruas Bawuran-Wonolelo, Piyungan-Wonolelo, dan Terong-Wonolelo.

Luas lahan yang dibebaskan 42.267,37 meter persegi. Rencananya, Jalan Cinomati diperlebar menjadi 14 meter. Sedangankan status tanah terdiri dari tanah milik pribadi, tanah kas desa (TKD) dan tanah Sultan Ground (SG).
”Ini bukan perkara mudah. Karena pembebasan lahan melibatkan banyak stakeholder dan status tanah,” kata Eko Budi. (cr6/iwa/riz)