JOGJA – Suara knalpot blombongan menjadi pemicu kericuhan antar warga terbukti. Satreskrim Polresta Jogja berhasil membongkar penyebab penganiayaan dengan senjata tajam di Sorosutan, Umbulharjo, Minggu (27/1). Penyebabnya karena bleyeran knalpot blombongan.

Korbannya berinisial VRF, 22, dan EH, 38. Sekaligus pengendara sepeda motor dengan knalpot blombongan. Kasatreskrim Polresta Jogja Kompol Sutikno mengisahkan, kala itu kedua korban baru saja mengikuti kegiatan salah satu partai di Mandala Krida.

Saat melintasi Sorogenen, Sorosutan keduanya mengalami penganiayaan oleh tersangka, PA, 16 dan JU, 34. Keduanya merupakan kakak beradik.

“Keterangan kedua tersangka karena jengah dengan suara knalpot blombongan. Jadi saat itu melintas dari siang hingga sore hari. Akhirnya keduanya mencegat peserta konvoi yang kebetulan lewat,” jelasnya di Mapolresta Jogja, Rabu (6/2).

Mantan Kapolsek Umbulharjo ini menegaskan tersangka tidak menargetkan korban secara khusus. Terlebih saat itu korban berkendara memenuhi jalan ditambah raungan suara knalpot.

Saat itu kedua korban tidak melintas sendiri. Ada rombongan yang turut dalam rombongan konvoi. Hanya saja saat peristiwa penganiayaan terjadi rombongan langsung terpecah. Hingga akhirnya tersisa kedua korban yang masih di lokasi kejadian.

Sutikno menegaskan aksi tersebut bukan dilandasi pertikaian simpatisan partai. Penganiayaan terjadi akibat kejengkelan pelaku atas aksi konvoi. Terbukti saat beraksi para pelaku tidak mengenakan atribut partai apapun.

“Pelaku menganiaya dengan senjata tajam jenis clurit dan airgun. Untuk saat ini alat bukti airgun masih dicari oleh penyidik karena sudah dibuahng oleh pelaku,” ujarnya.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka sabetan senjata tajam di pinggang dan bawah ketiak. Sementara untuk kedua tersangka sudah ditahan di Mapolresta Jogja.

Dalam kesempatan ini dia menghimbau agar pengendara bijak. Knalpot blombongan tidak hanya menimbulkan kebisingan namun juga konflik. Bukan hanya peserta konvoi kampanye tapi juga warga yang wilayahnya dilintasi.

“Pengguna knalpot blombongan itu egois, orang lain suruh mendengarkan tapi yang pasang, kupingnya malah ditutupi kapas. Tidak hanya tilang, knalpot akan kami sita, potong dan bakar,” tegasnya.

Kanit V Satreskrim Polresta Jogja Iptu Kusnaryanto menambahkan keduanya ditangkap Kamis malam (31/1). Keduanya berhasil ditangkap tanpa perlawan di kediamannya. Untuk pembawa clurit adalah tersangka PA, sementara JU membawa airgun.

“Kedua tersangka diancam dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman kurungan penjara lima tahun,” katanya. (dwi/pra/riz)