JOGJA – Selepas mujahadah akbar yang digelar di Kagungan Dalem Masjid Gede Kauman senin malam (4/2), beberapa jamaah tidak langsung pulang. Mereka bermalam di Pagelaran Keraton Jogja, karena setelah salat subuh Selasa pagi (5/2) diadakan semaan Al Quran.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan 272 Tahun Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat.  “Semalam sudah menginap usai mujahadah di kawasan Masjid dan di pagelaran Keraton,” jelas Kahartaan Kawedanan Pengulon Kraton Mas Wedono Ngabdul Busairi Selasa siang (5/2).

Prosesi semaan Quran berlangsung sejak pagi hari. Diawali dengan salat subuh berjamaah di pagelaran Keraton. Selanjutnya semaan hingga menjelang salat sunah duha. Semaan berlangsung hingga malam harinya dengan jeda waktu salat wajib.

Perkiraanya, total jamaah ada sekitar ribuaan orang. Tidak hanya dari Jogjakarta, jamaah beragam usia ini datang dari ujung Jawa Timur hingga Jawa Barat. “Kalau yang dari Jawa Timur ada sekitar seribu naik bus berombongan,” ungkapnya.

Untuk menyambut para jamaah semaan Quran, Keraton menyiapkan fasilitas. Mulai dari konsumsi selama satu hari hingga kelengkapan bersih-bersih mandi.

Mayoritas peserta semaan memang berasal dari luar Jogjakarta. Diantaranya Imam Solikhin yang datang dari Nganjuk Jawa Timur. Pria 57 tahun ini datang bersama rombongannya. Menaiki dua bus. Tidak sendiri, adapula rombongan dari Nganjuk lainnya. Total setidaknya ada lima bus yang mengangkut jamaah semaan Quran dari Nganjuk.

“Sudah 15 tahun saya ikut semaan Quran di Keraton. Sangat bagus terutama untuk anak-anak agar lebih paham tentang Al-Quran,” jelasnya.

Beda dengan Isrowiyah, 55, yang baru pertama kali ikut semaan Quran. Perempuan paroh baya asal Magelang Jawa tengah ini mengaku senang dengan semaan Quran. Hanya saja dia tidak mengetahui bahwa kegiatan tersebut dalam rangka memperingati berdirinya Keraton Jogjakarta.

“Baru tahu kalau dalam rangka memperingati kraton. Tahunya cuma semaan Quran saja, saya datang karena suka dengan Al-Quran,”katanya. (dwi/pra/tif)