JOGJA – Riuh kegembiraan dan nyanyian lagu “Padamu Negeri” menggema di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jogjakarta, Senin (4/2). Itu setelah hakim PTUN Jogjakarta Dessy Wulandari menolak gugatan Ketua Paguyuban Pengusaha Malioboro Budhi Susilo.

Dalam sidang putusan yang dipimpin oleh hakim Ketua Dessy, menilai gugatan pria yang akrab disapa Cuncun itu belum memenuhi beberapa aspek. Sehingga gugatan yang kedua kalinya diajukan Cuncun ke PTUN Jogjakarta itu kembali ditolak.

Hakim Dessy membacakan agenda sidang, masalah terkait hal itu. Termohon yang dalam hal ini adalah Pemkot Jogja dan Pemprov DIJ akan segera mencarikan solusi. Diantaranya akan segera melakukan penataan para pedagang Malioboro. Yaitu dengan memindahkan para PKL ke gedung eks bioskop Indra. Namun hal tersebut masih menunggu jadinya pembangunan gedung itu.

“Jadi termohon menanggapi tidak bisa memindahkan para pedagang secara sak dek sak nyet seperti yang diajukan pemohon,” ujarnya saat membacakan putusan.

Cuncun dalam sidang putusan kemarin tidak hadir. Tapi ketika dikonfirmasi Cuncun mengaku baru akan mengambil salinan putusan ke PTUN Jogjakarta Rabu (6/2). Untuk langkah selanjutnya, Cuncun mengaku belum menyerah. “Saya akan mengikuti jalur hukum yang benar. Masih ada upaya hukum selanjutnya,” kata dia.

Cuncun menggugat Pemkot dan Pemprov karena dinilai tidak mampu menjalankan aturan Perda Kota Jogja nomor 26 tahun 2002 tentang Penataan PKL dan Perwal nomor 37 tahun 2010. Selain itu secara pribadi, Cuncun juga merasa keberatan dengan kehadiran pedagang yang menutupi tokonya.

Beda dengan Cuncun, Ketua Koperasi Tri Dharma, Paul Zulkarnanen mengatakan para pedagang juga akan berencana melanjutkan aktivitas berdagang di area yang sedang dipermasalahkan ini. Mereka juga meneriakkan, “Ditata Yes Digusur No”.“Kami bersyukur dengan keputusan hakim hari ini,”ujar Paul. (cr5/pra/tif)