SLEMAN – Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Sleman mencapai 3.391. Nah, untuk mengoptimalkan pengawasan selama penyelenggaraan Pemilu 2019 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman akan merekrut 3.000 lebih pengawas TPS.

Ketua Bawaslu Sleman M Abdul Karim Mustofa menjelaskan, pendaftaran pengawas TPS selama 11 hari. Tepatnya mulai 11-21 Februari mendatang.

Menurutnya, tugas pengawas TPS lebih banyak saat hari pemungutan suara. Berdasar Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, ada lima tugas pokok yang akan dijalankan pengawas TPS. Pertama, mengawasi persiapan pemungutan suara. Kedua, mengawasi pelaksanaan pemungutan suara.

Ketiga, mengawasi persiapan penghitungan suara. Keempat, mengawasi pelaksanaan penghitungan suara.

”Terakhir, mengawasi pergerakan hasil penghitungan suara dari TPS ke PPS,” jelas Karim saat dihubungi Selasa (5/2).

Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu Sleman Vici Herawati menambahkan, seluruh Pengawas TPS terpilih se-Kabupaten Sleman dilantik serentak pada 25 Maret 2019. Namun, proses rekrutmen dan pemilihan pengawas TPS terpilih sepenuhnya menjadi kewenangan panwaslu kecamatan.

Ada sejumlah rangkaian yang harus ditempuh pendaftar pengawas TPS. Mulai seleksi administrasi, hingga tahapan wawancara oleh kelompok kerja (Pokja) pembentukan pengawas TPS di setiap kecamatan.

Vici menyebut ada 3.391 TPS yang perlu diawasi pengawas TPS. Namun, jumlah TPS ini berpotensi bertambah. Lantaran ada rencana pembentukan TPS di lembaga pemasyarakatan dan rumah sakit.

”Nantinya, setiap TPS diawasi oleh satu orang Pengawas TPS,” katanya.

Keberadaan dan peran Pengawas TPS ini, kata Vici, penting dalam rangka mewujudkan pemilu yang benar-benar langsung, umum, bebas rahasia (luber) dan jujur adil (jurdil). Dengan begitu, hasil Pemilu dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan kepada para pemilih.

“Suara rakyat dalam pemilu tentu menjadi hal yang penting untuk dijaga kerahasiaannya agar tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, yang dapat merusak proses pemilu itu sendiri,” ingatnya. (har/zam/tif)