MAGELANG – KPU maupun Bawaslu Kota Magelang melakukan berbagai persiapan agar Pemilu 2019 sukses. KPU Kota Magelang membuka Posko Pelayanan Formulir A-5 di 17 PPS dan tiga PPK se-Kota Magelang. Sebanyak 25 warga kota ini tercatat sudah mengurus dokumen formulir A-5 untuk menyalurkan hak pilihnya dalam Pemilu 17 April mendatang ini.

“Jumlah ini dimungkinkan masih bisa bertambah mengingat Posko Pelayanan Formulir A-5 di 17 PPS dan tiga PPK se-Kota Magelang masih dibuka. Sedangkan untuk pemilih yang masuk Kota Magelang ada 10 orang. Ini data hingga per Selasa ini,” kata komisioner dari Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Magelang Purwanti Juli Wardani, Selasa (5/2).

Purwanti menuturkan, 25 pemilih yang mengurus kepindahan kota tujuan, langsung mengurus sendiri di kantor KPU Kota Magelang. Kota tujuan pemilih bervariasi, di antaranya, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur serta kota lainnya. Jumlah yang terdata, baru di posko pelayanan Kantor KPU Kota Magelang saja.

“Belum data dari PPS maupun PPK. Posko ini dibuat untuk mempermudah pelayanan kepada pemilih dan juga upaya  meningkatkan partisipasi pemilih dalam menyalurkan hak pilihnya. Posko pelayanan ini kami buka sampai 17 Maret mendatang,”  tuturnya.

Purwanti meminta pemilih yang sudah mengurus formulir A-5 diharuskan melaporkan kepada panitia PPS atau pihak kelurahan kota tujuan. Ini agar mengetahui lokasi TPS saat pemungutan suara.

Salah seorang warga Jambon Legok, Cacaban, Magelang Tengah, Saddam Ramadhan Gautama, 18, mengaku, dirinya sengaja mengurus formulir A-5 dikarenakan sedang menempuh kuliah di STAN. Dirinya belum mengetahui apakah waktu pemungutan suara 17 April mendatang, bisa pulang ke Kota Magelang atau tidak.

“Untuk itulah saya sengaja pulang ke Kota Magelang untuk mengurus formulir A-5, karena saya tinggal di rumah saudara di Perumahan Larangan Indah Ciledug Tangerang Provinsi Banten. Saya ingin menyalurkan hak pilih suara saya meski nanti hanya bisa memilih satu kartu suara saja yakni pemilihan Presiden dan Wakil Presiden,”  ungkap Saddam.

Sementara itu, Bawaslu Kota Magelang membuka pendaftaran Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) untuk Pemilu 2019.  Setidaknya ada 407 pengawas yang akan direkrut. Mereka bertugas mengawasi sebanyak 407 TPS yang tersebar di 17 kelurahan di Kota Magelang saat berlangsungnya pemungutan suara Pemilu 2019 nanti.

“Kota Magelang membutuhkan 407 pengawas TPS, yang akan bertugas mengawasi jalannya pemungutan suara di 407 TPS di 17 kelurahan di Kota Magelang,” jelas Ketua Bawaslu Kota Magelang Endang Sri Rahayu.

Perempuan yang akrab disapa Yayuk mengatakan sejumlah syarat wajib dikantongi para pendaftar pengawas TPS. Salah satu diantaranya yang ditekankannya adalah para pengawas TPS tidak terlibat aktivitas politik atau tergabung dalam partai politik sekurang-kurangnya lima tahun.

“Para pengawas TPS ini tidak boleh dari anggota partai politik. Jika iya, mereka telah mengundurkan diri sekurang-kurangnya lima tahun pada saat mendaftar sebagai calon PTPS. Ini penting karena PTPS haruslah netral, tidak berpihak, tidak berpolitik,” ujarnya.

Syarat khusus lain adalah calon PTPS tidak berada dalam satu ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara Pemilu. Hal ini agar PTPS bekerja secara profesional, independen dan tidak terpengaruhi oleh hubungan perkawinan. “Ada juga syarat mereka (PTPS) tidak berada dalam satu ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilu,” katanya.

Bawaslu Kota Magelang sendiri akan mengumumkan pendaftaran PTPS ini pada 4-10 Februari 2019. Pendaftaran, penerimaan, dan penelitian berkas administrasi, wawancara dilakukan 11-21 Februari 2019. Perpanjangan masa pendaftaran akan dilakukan 25-27 Februari 2019. Setelah mendapatkan klarifikasi atas tanggapan masyarakat, maka diumumkan pengawas TPS terpilih.

“Pengawas TPS yang terpilih akan dilantik dan diberikan bimbingan teknis, sehingga mereka dapat memahami tugas pokok fungsinya dalam pengawasan TPS,” tandas Yayuk. (dem/laz/tif)