JOGJA – Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto mengajak para guru serta tokoh masyarakat menggelorakan kembali Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Hal ini penting mengingat mereka memiliki posisi penting sebagai panutan di masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Senin (4/2), saat menjadi pembicara Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kecamatan Kraton Jogjakarta.

Kegiatan ini merupakan gelaran pertama program yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIJ yang didukung Komisi A DPRD DIJ di tahun 2019 yang menyasar 78 kecamatan se-DIJ.

“Dari Kecamatan Kraton, kami mengajak para guru dan tokoh masyarakat, ayo gelorakan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, sehingga kita bisa hidup dalam suasana nyaman dan adhem ayem. Saat ini kan banyak hoax atau ujaran kebencian yang mengancam keutuhan bangsa. Ayo lawan hoax dengan serius. Salah satunya kita sinau Pancasila agar jari jari ini makin memiliki budi pekerti,” ungkap Alumni Lemhannas Eko Suwanto didepan peserta Sinau Pancasila.

Menurut politisi muda PDI Perjuangan Eko Suwanto, wilayah Kecamatan Kraton  memiliki arti penting bagi DIJ bahkan Indonesia, karena menjadi pusat peradaban.

Dirunut dari sejarah, lanjut dia, kampus UGM (Universitas Gadjah Mada) lahir dari pagelaran Keraton Jogjakarta. Belum lagi, peristiwa-peristiwa sejarah lahir dari wilayah Kecamatan Kraton.

Selain itu, banyak tokoh berpengaruh lahir dari Jogjakarta. Sebut saja Sultan HB IX, KGPAA Pakualam VIII, Tokoh MuhammaDIJah Ki Bagus Hadikusumo, Ki Hadjar Dewantara dan banyak tokoh lainnya yang memiliki jasa besar atas lahirnya NKRI.

Artinya,  Kota Jogjakarta, adalah benar seperti yang disampaikan Sultan HB X sebagai Kota Republik, kota perjuangan.

“Bung Karno dan Bung Hatta juga menjadikan Jogjakarta sebagai Ibu Kota RI saat keadaan darurat. Sejarah kejuangan Jogja sungguh luar biasa. Ayo para generasi muda untuk meneruskan semangat juang menjaga NKRI kita” papar Politisi PDIP Eko Suwanto yang maju jadi Caleg DPRD DIJ Dapil Jogja .

Kecamatan Kraton memiliki dimensi sejarah yang hebat. Karena itu, para guru kita ajak membangkitkan kembali nilai-nilai tersebut supaya para siswa dapat melihat kembali sejarah kebanggaan warga Jogjakarta dan menjadi catatan sejarah Indonesia.

“Dari Jogja ini juga lahir Maklumat 5 September. Bung Karno juga memberikan penghargaan dengan menetapkan Jogja sebagai daerah istimewa,” kata dia.

Di hadapan peserta yang hadir dari berbagai kalangan, khusus kepada perwakilan siswa SMA, Eko Suwanto, mengajak mereka memahami arti penting Bhinneka Tunggal Ika.

Pada dasarnya, manusia itu secara alamiah berbeda-beda suku serta ras. Manusia tidak bisa minta dilahirkan di tempat yang diinginkan.

“Meski berbeda tetapi tetap satu yaitu satu rumah bernama Indonesia. Jadi antar sekolah harus rukun ya. Nah buat yang muda muda ini kan suka pake sosmed. Ayo sinau Pancasila agar dalam penggunaan sosmed kita bisa lebih bijak,” ungkap Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIJ Eko Suwanto.

Dalam paparannya, Kepala Badan Kesbangpol DIJ Agung Supriyono menyatakan program Sinau Pancasila dilaksanakan di 78 kecamatan, berkerja sama dengan Pusat Studi Pancasila dari sejumlah kampus di DIJ. Selain itu, juga menggandeng Polri dan TNI.

Sedangkan Dr Surono dari Pusat Studi Pancasila UGM memaparkan materi mengenai revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila. (kus/ila)