JOGJA – Solusi formulir A5 ternyata belum sepenuhnya dipahami para pemilik suara. Terbukti dari A5 Corner yang dibuka oleh KPU Kota Jogja muncul permasalahan. Mulai dari tidak terdaftarnya calon pemilih di daftar pemilih tetap (DPT) asal hingga lokasi domisili tinggal di Jogjakarta.

Berada di Kampus I Universitas Ahmad Dahlan (UAD), A5 Corner langsung didatangi mahasiswa dari luar Jogjakarta. Seluruhnya ingin mendapatkan formulir A5 dengan segera. Sayangnya pada detik awal pendaftaraan langsung teraba masalah yang ditemui.

“Niat awal ingin dapat formulir A5, tapi setelah dicek oleh petugas nama saya belum masuk DPT asal. Diberi solusi untuk menghubungi orang rumah dulu dan mendaftarkan nama saya ke DPT,” jelas mahasiswa Magister Psikologi UAD Mohammad Aminullah, ditemui di lobi kampus, Senin (4/2).

Pria asal Lombok ini baru menyadari namanya tak tercantum usai registrasi. Awalnya dia sempat mempertanyakan sistem input data. Terlebih pada 2014 lalu dia sudah terdaftar dalam DPT. Kala itu dia turut serta dalam pesta demokrasi lima tahunan.

Meski begitu dia tidak ingin memperpanjang polemik ini. Usai mendapat arahan, dia langsung menghubungi orangtua di kampung halaman. Ternyata namanya memang belum terdaftar dalam DPT Lombok Nusa Tenggara Barat.

“Jangan sampai golput lah, harapannya bisa ikut mencoblos. Kalau di Jogja saya tinggal di kawasan Tahunan Umbulharjo. Kalau sudah dapat A5 bisa menyalurkan suara di TPS kelurahan,” katanya.

Selang beberapa waktu tiga mahasiswi turut mendaftar A5. Lagi-lagi ketiga mahasiswi dari luar Jogjakarta ini harus gigit jari. Berdasarkan domisili tinggal, ketiganya tercatat dalam DPT KPU Sleman. Ini karena ketiganya tinggal di rumah kos kawasan Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman.

“Saya kira bisa disini, ternyata terhitung domisili kabupaten (Sleman) dan harus sesuai asal kos. Tadi disarankan mengurus ke kantor Desa Caturtunggal dulu baru ke KPU Sleman. Kalau saya asal Banjarnegara,” ujar Bestiana Nizhomi.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pakualaman Purwanto mengakui A5 Corner solusi bagi DPT luar Jogja. Khususnya para pendatang yang tidak bisa pulang kampung. Selain di kampus A5 Corner juga terbuka di masing-masing Kantor Kelurahan.

Tercatat selain A5 Center di kantor KPU Kota Jogja adapula A5 Point di 45 PPS se-kota Jogja. Sementara untuk A5 Corner tercatat ada 28 titik di seluruh kampus Kota Jogja. Khusus untuk A5 Corner berlangsung hingga 8 Februari di sejumlah kampus kota Jogja.

“Tapi untuk A5 ini ada sejumlah catatan. Ada pengurangan hak suara bagi domisili luar Jogjakarta. Dari kabupaten di Jogjakarta minus DPRD Kota, kalau mahasiswa luar Jawa hanya mendapatkan satu surat suara untuk Presiden saja,” katanya.

Ketua KPU Kota Jogja Hidayat Widodo memastikan seluruh mahasiswa luar Jogja tetap mendapatkan hak suara. Tercatat hingga saat ini ada 261 DPT yang akan mendapatkan formulir A5. Jumlah ini tergolong fluktuatif karena ada pembaharuan data setiap waktunya.

“Data DPT terakhir 211 tapi besar kemungkinan bertambah. Seperti ada yang belum terdaftar di DPT asal. Untuk A5 kami keluarkan sesuai dengan TPS dia tinggal. Kalau domisili kos atau kontrak diluar kota Jogja kami arahkan ke kantor desa setempat dulu,” jelasnya. (dwi/ila)