BANTUL – Nelayan di Pantai Depok panen. Hasil tangkapan laut dalam beberapa hari terakhir melimpah. Namun, kondisi itu tak berbanding lurus dengan harga ikan laut.

Ketua Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Depok Tarmanto mengatakan, nelayan bisa membawa pulang sekitar satu kuintal ikan bawal putih. Padahal, biasanya sehari hanya sekitar 30 kilogram (kg).

”Tapi harga ikan bawal putih sejak 31 Januari turun. Dari Rp 400 ribu per kg menjadi Rp 250 ribu per kg,” jelas Tarmanto Minggu (3/2).

Meningkatnya hasil tangkapan nelayan, Tarmanto menengarai karena kondisi cuaca di pantai selatan bersahabat. Gelombang laut hanya setinggi 1,5 meter.

”Kondisi laut sudah kembali normal,” ucapnya.

Terkait turunnya harga ikan bawal putih, Tarmanto mengungkapkan, lantaran musim ekspor sudah berakhir. Ya, permintaan ekspor ikan bawal putih sebelum Imlek naik. Namun, permintaan ekspor ini distop sejak akhir Januari.

”Justru kalau Imlek tinggal lima hari, harga jadi murah. Paling tidak butuh waktu lima hari untuk ekspor. Kalau sekarang kirim, sampai sana sudah selesai Imleknya,” ujarnya.

Selain bawal putih, nelayan juga punya tangkapan lainnya. Layur, contohnya, dalam sehari nelayan bisa membawa pulang 50 kg. Pun dengan lobster.

”Lobster sehari bisa dapat 30 kg. Harganya Rp 380 ribu per kg,” sebutnya.

Di Pantai Depok, Tarmanto menyebut setidaknya ada 21 nelayan yang kini aktif melaut.

Sigit Raharja, seorang nelayan mengaku musim ikan kali ini sangat menjanjikan. Betapa tidak, setiap hari dia mengantongi uang hingga jutaan rupiah. Bahkan, dari hasil melaut seharian kemarin dia membawa pulang Rp 10 juta.

”Ada banyak tangkapannya. Bawal putih saja sekitar 21,2 kg,” sebutnya.

Sehari-hari, warga Muneg, Tirtohargo, Kretek, ini menceritakan, melaut hingga ke Pantai Trisik, Kulonprogo. Lantaran ikan bawal putih banyak ditemui di wilayah barat Kabupaten Bantul itu.

”Perjalanan melaut rata-rata 17 kilometer,” ungkapnya. (cr6/zam/tif)