SLEMAN – Inisiatif Sleman City Hall (SCH) dan Komite Olahraga Nasional (KONI) DIJ, dengan menyelenggarakan pertandingan tinju di pusat perbelanjaan dinilai brilian. Diharapkan bisa meningkatkan animo tinju di DIJ.

Suprapto, selaku promotor gelar tinju profesional menyampaikan apresiasinya. Menurut dia itu upaya SCH untuk ikut andil dalam mengembangkan berbagai cabang olahraga, termasuk tinju. “Kami berencana menggelar tiga minggu sekali. Semoga ke depan bisa terlaksana,” jelasnya di sela gelar pertandingan tinju di SCH Sabtu malam (2/2).

Dengan sering diadakan di Mall, ia berharap olahraga tinju semakin diminati. “Ini dari pengalaman saya, kalau sering diadakan di tempat umum, maka orang tua akan terpicu mendukung anaknya. Tidak akan tanggung-tanggung membiayai agar berprestasi,” jelasnya.

Laga di SCH mempertemukan Alpius Matufani dan Arif Bleder. Ada pula Madit Sada fan Frenky Rohi. Mereka memperebutkan Sabuk Emas Bupati Sleman III. Selain pertandingan utama di kelas ringan (61,4 kg) tersebut, digelar pula empat partai profesional lainnya, di kelas bantam yunior (52,2 kg), kelas menengah (75,5 kg) dan kelas bulu yunior (55,3). Kemudian, ditambah lagi delapan pertandingan amatir.

Selain pertandingan tinju, hadir pula Chris John, juara dunia kelas bulu WBA. Dia menyoroti dunia pertinjuan di Indonesia yang saat ini sedang mati suri atau bisa dibilang agak lesu. “Tapi saya apresiasi beberapa promotor yang dengan usaha swadayanya mencoba ingin membangkitkan kembali dunia pertinjuan di Indonesia,” katanya.

Menurut dia potensi petinju Indonesia untuk berlaga di dunia internasional sangat bagus. Masalahnya petinju kesulitan menambah jam terbangnya saat berlaga di area tinju. Solusinya, kata Chris John, para atlet tinju harus secara aktif untuk mencari pertandingan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Pengurus tinju yang profesional akan lebih ditekankan kepada masing-masing manajer atlet untuk mencari pertandingan-pertandingan untuk atletnya,” jelas dia.

Kesulitannya, lanjut dia, pihak promotor sulit untuk menggandeng sponsor-sponsor untuk mengadakan event pertandingan tinju. “Bahkan saat ini tidak ada satu pertandingan profesional tinju yang ditayangkan di televisi,” tuturnya. (sky/cr10/pra/tif)