SLEMAN – Tercatat ada 57 sekolah berpredikat Sekolah Siaga Bencana di Sleman. Penambahan delapan sekolah akan dilakukan Pemkab Sleman. Ditargetkan selesai tahun ini.

Staf Ahli Bupati, Bidang Pemerintahan dan Hukum, Setda Kabupaten Sleman, Mustaiā€™n Aminun mengatakan, Sleman merupakan wilayah yang rawan bencana. Mulai tanah longsor, erupsi Merapi, banjir, sampai angin puting beliung.

Edukasi kebencanaan terhadap siswa secara terus-menerus diperlukan. Selain itu, penambahan delapan Desa Tangguh Bencana akan dilakukan tahun ini. “Nantinya akan ada 53 Sekolah Siaga Bencana dan 53 Desa Tangguh Bencana,” kata Musta’in beberapa waktu lalu.

Salah satu Sekolah Siaga Bencana yang baru terbentuk adalah SD Muhammadiyah Mantaran pada Kamis (31/1). Pengukuhan Tim Siaga Bencana Sekolah dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman. Kepada 30 anggota, terdiri dari masyarakat, siswa, guru dan wali murid.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Sleman, Henry Dharma Wijaya mengatakan, pengukuhan Tim Siaga Bencana Sekolah ini merupakan upaya BPBD Sleman dalam penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana. “Mengingat Sleman memiliki risiko ancaman bencana,” tutur Henry.

BPBD Sleman, kata Henry, berusaha untuk mengimplementasi dan menyinergikan berbagai elemen untuk membangun Sleman yang tanggap, tangkas dan tangguh bencana. Mulai dari pemerintah, masyarakat, sampai pengusaha. (cr7/iwa/tif)