GUNUNGKIDUL – Musim hujan pertama (MH1) tahun ini bakal menjadi rezeki nomplok bagi petani palawija. Terutama jagung. Lahan seluas 46.674 hektare panen serentak bulan ini.

”Sekitar tiga minggu lagi sudah panen,” jelas Muji, seorang petani, Minggu (3/2).

Anggota kelompok tani Sido Rahayu ini berkeyakinan hasil panen kali ini lebih baik dibanding musim tanam sebelumnya. Lantaran musim tanam kali ini didukung cuaca yang bersahabat.

”Satu kilogram benih jagung bisa menghasilkan sekitar 3 sampai 4 kuintal,” kata petani asal Playen ini.

Ditanya mengenai harga, Muji berharap agar menguntungkan bagi petani. Standarnya, harga jagung pipilan di tengkulak minimal Rp 3.500 kilogram.

”Karena biaya untuk pembelian benih, pupuk, hingga upah tenaga juga tinggi,” klaimnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Raharjo Yuwono membenarkan bahwa tanaman jagung panen serentak bulan ini.

”Zona utara, selatan, timur, dan barat panen bareng,” ujarnya.

Jika dilihat dari pengubinan, pihaknya berkeyakinan hasil panen pada MH1 tahun ini sangat bagus. Beberapa waktu lalu pihaknya melakukan pengecekan lapangan pada lahan di Gunung Bagus, Paliyan.

”Petani menanam jagung produksi dari jenis hibrida,” katanya.

Dikatakan, tingkat produksi jagung jenis tersebut sangat tinggi, sehingga menjadi pilihan petani. Sebab, mereka dapat menjual hasil panen dengan mudah. Dengan harga yang lumayan pula: Rp 3.500 per kg.

Terkait jenis jagung manis, Raharja melihat, kurang diminati petani. Bahkan, beberapa waktu lalu petani keberatan ketika ada investor yang mencari lahan untuk jagung manis. (gun/zam/tif)