DUKUNGAN moral dan finansial sangat diperlukan penderita kanker. Peringatan Hari Kanker Sedunia kali ini Yayasan Kasih Anak Kanker (YKAKI) Jogjakarta kembali menggelar aksi “berani gundul.” Aksi ini dalam rangka mendukung anak-anak penderita kanker. Khususnya bagi mereka yang sedang menjalani kemoterapi.

Kemoterapi menghasilkan dampak pada rontoknya rambut sehingga anak menjadi botak. Dukungan visual berani gundul bertujuan menumbuhkan mental anak penderita kanker. Untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka. “Ini menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri,” ungkap Hevi De Vilanova, koordinator acara berani gundul 2019, Minggu (3/2).

Dalam acara tersebut juga dilakukan penggalangan dana. Untuk disumbangkan kepada penderita kanker.

Acara berani gundul sengaja digelar di pusat perbelanjaan.  Guna menarik perhatian masyarakat. Bagi siapa pun yang berpartisipasi – potong rambut hingga gundul – dikenakan biaya minimal Rp 20.000. Sebagai donasi bagi anak penderita kanker.

“Ada acara mewarnai, foto dengan maskot, dan penjualan merchandise. Uang yang terkumpul akan disalurkan ke pasien,” tambah Hevi.

Salah seorang peserta berani gundul Endang Mulyaningsih mengapresiasi acara tersebut. Endang berharap ada dampak positif bagi anak-anak penderita kanker. Agar mereka semakin semangat meneruskan pengobatan. “Kita tunjukkan. Bahwa gundul itu tidak apa-apa. Tidak perlu malu, khususnya perempuan,” tegasnya.

Khusus bagi para orang tua pasien, lanjut Endang, harus bisa mengelola emosi dengan baik. Tidak bisa dipungkiri, saat anak sakit orang tua akan lebih sakit. “Merasa down pasti pernah dialami. Capek pikiran dan tenaga. Tapi orang tua harus pandai mengelola emosi agar anak mendapatkan perawatan yang baik,” tuturnya. (cr7/yog/tif)