JOGJA – Pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2019 dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) akan digelar bersamaan. Keputusan ini dilakukan setelah National Paralympic Committe (NPC) DIJ memberikan masukan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkot Jogja. Pada Porda 2019, Kota Jogja ditunjuk sebagai tuan rumah.

Ketua NPC DIJ Harianto menjelaskan, salah satu alasan usulan ini adalah untuk mengampanyekan Jogjakarta sebagai kota inklusi. Nah, untuk mewujudkannya, kegiatan yang dilakukan juga harus dengan kegiatan inklusi. “Termasuk kompetisi olahraga,” jelasnya kepada Radar Jogja, Kamis (31/1).

Untuk merealiasikannya, NPC DIJ telah melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi dan Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkot Jogja. Keputusannya adalah, menggelar Porda dan Peparda secara bersamaan.
Menurutnya, jika dua kegiatan diselenggarakan secara bersamaan, para penyandang disabilitas akan lebih diperhatikan. Kebutuhan fasilitas yang aksesibel juga dapat mulai diupayakan. “Agar tidak ada diskriminasi antara kegiatan olahraga umum maupun difabel,” jelasnya.

Beberapa cabang olahraga dapat dilakukan di tempat yang sama dengan waktu yang berbeda. Misalnya, lari dan balap kursi roda,” jelasnya.
Kedua cabang olahraga ini menggunakan jalur yang sama. Namun, beberapa cabang memang harus diselenggarakan di tempat terpisah karena membutuhkan lapangan khusus. “Misalnya, goalball yang membutuhkan lapangan khusus. Ada pula voli duduk, walaupun sama-sama voli tapi butuh net yang lebih rendah,” jelasnya.

Setidaknya ada 10 cabang olahraga yang berencana akan dipertandingkan. Cabor itu adalah atletik, angkat berat, voli duduk, bulutangkis, catur, goalball, panahan, tenis meja, tenis kursi roda, dan renang. Tiap cabang nanti akan dibagi berdasarkan kategori difabel.

Namun, dia belum dapat memastikan apakah semua cabang olahraga dapat dipertandingkan. Karena ini nanti juga tergantung masing-masing kontingen, apakah bisa mengirimkan atletnya. Jika syarat-syarat mencukupi, baru bisa dipertandingkan.

Ketua Panitia Porda DIJ 2019 Rumpis Agus Sudarko menyambut positif usulan penyelenggaraan dua event olahraga itu dibarengkan. Karena kegiatan ini butuh koordinasi khusus, pihaknya akan mengundang NPC DIJ untuk membahasnya.”Termasuk hal-hal teknis,’’ jelasnya. (cr10/din)