SLEMAN – Seorang pengendara sepeda motor, Sukirjo, 50, warga Dusun Beji, Desa Sidoarum, Godean tewas tertabrak kereta api. Kejadian berlangsung di perlintasan Dusun Gancahan VIII, Desa Sidomulyo, Godean, sekitar pukul 09.06, Jumat (1/2).

Kapolsek Godean, Kompol Herry Suryanto menjelaskan, kejadian bermula saat korban berboncengan dengan Pawiro Sukarto, 94, warga sekitar. Mengendarai Honda Supra. Korban hendak ke pasar hewan Gamping untuk membeli sapi.
“Sesampainya di perlintasan kereta api Dusun Gancahan VIII, perlintasan kereta tanpa palang pintu, saksi Pawiro Sukarto turun dari motor,” ucap Herry (1/2).

Pawiro mengingatkan korban ada kereta api Argo Lawu yang hendak melintas dari arah timur. Korban tidak menghiraukan nasihat Prawiro.
“Dan terjadilah kecelakaan itu,” tambah Harry.

Kejadian itu mengakibatkan korban mengalami luka parah pada bagian kepala. Nyawa korban tidak terselamatkan. “Korban di bawa ke RSUP Dr Sardjito untuk diidentifikasi,” kata Harry.

Kejadian tersebut menambah panjang kecelakaan di perlintasan tanpa palang. UU 23/2007 tentang Perkeretaapian menyebutkan, setiap orang dilarang melakukan aktivitas di rel KA. “Jika mau menyeberang jelas salah, karena rel KA bukan jalan umum,” kata Humas PT KAI DAOP 6 Eko Budiyanto.

Saat ini, kata Eko, rata-rata kereta melaju di angka 90 km per jam. Selain itu, dalam sehari ada 170 lebih kereta yang melintas. Pihaknya mengimbau masyarakat jangan melakukan aktivitas di rel kereta. Melakukan aktivitas di rel, selain berbahaya, juga berpotensi mengakibatkan kerusakan.

“Selain itu, mengganggu perjalanan KA akan mendapat hukuman dan diminta ganti rugi,” ingat Eko. (har/iwa/riz)