SLEMAN – Asisten rumah tangga berinisial MY, 48, mencuri emas dan uang milik majikannya. Barang curian diganti dengan pasir dan daun, dibungkus kain mori.

Sang majikan, Istoqlal Reza Aufan, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mlati. “MY ini sudah bekerja kurang lebih setahun. Beraksi atau menunjukkan gejala tidak beres memasuki akhir 2018. Awalnya majikan tidak curiga pelakunya dia (MY),” jelas Kapolsek Mlati, Kompol Yugi Bayu Hendarto, Kamis (31/1).

MY, warga Badran, Bumijo, Jetis, Jogja dilakukan pada 15 Januari 2019. Dia menggasak dua gelang emas seberat 10 gram dan 13 gram. Uang Rp 700 ribu dan uang dolar Amerika USD 75 ribu.

Yugi mengatakan korban menderita kerugian Rp 17,139 juta. Istoqlal baru sadar hartanya hilang pada Selasa malam (15/1).

Panit Reskrim Polsek Mlati, Aiptu Sagimin mengakui modus pelaku unik. MY berharap tidak ada laporan polisi. Bungkus mori bertujuan menakut-nakuti majikan.

Istoqlal memasang closed circuit television (CCTV). Memantau pergerakan MY. Istoqlal juga memancing pelaku dengan emas palsu. MY tertangkap kamera mengganti emas palsu dengan kain mori. “Pelaku ditangkap Sabtu sore (25/1) di wilayah Mlati,” ujar Sagimin.

Seluruh barang curian telah dijual. Uang dolar Amerika telah ditukar dengan rupiah. “Kami menyita bungkusan kain putih berisi pasir dan daun kering. Pelaku dijerat Pasal 362 junto Pasal 64 KUHP,” jelas Sagimin.

Sementara itu di Bantul, Resmob Polsek Banguntapan menangkap Ari Irawan, 26, warga Berbah, Sleman. Ari merupakan pelaku penjambretan atas Yuli.
Kapolsek Banguntapan Kompol Suhadi mengatakan, aksi jambret berlangsung 3 November 2018. Korban bernama Yuli Widiastuti, 38, warga Ngipik, Baturetno, Banguntapan, Bantul.

Yuli dijambret di Jalan Potorono, Bantul. Dua orang berboncengan menarik tas korban. ”Kami baru menangkap yang bonceng. Pembonceng atas nama Kunthet masih dalam pencarian,” kata Suhadi. (dwi/cr6/iwa/riz)